Ajaib, Bumi Bernapas, Tanah Naik-Turun, Pertanda Apa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bumi memasuki fase kepunahan baru. bbc.co.uk

    Ilustrasi bumi memasuki fase kepunahan baru. bbc.co.uk

    TEMPO.CO, Ottawa - Sebuah video yang direkam pria asal Kanada memperlihatkan keajaiban yang ditunjukkan oleh sebuah fenomena alam yang teramat langka. Dalam tayangan dalam video tersebut, bumi kita terlihat seakan-akan sedang bernapas.

    Video yang diambil Brian Nuttall di Apple River, Nova Scotia, Kanada, menggunakan kamera telepon selulernya menunjukkan tanah naik dan turun berirama seperti orang yang tengah bernapas. Video tersebut kemudian diunggah melalui akun Facebook miliknya.

    Walhasil, tayangan rekaman video itu mengundang berbagai reaksi beragam dari para peselancar dunia maya. Seperti yang dilansir Metro.co.uk pada 12 November 2015, Brian memberi judul terhadap video tersebut, "Bumi Bernapas."

    PARIS DITEROR
    TEROR PARIS, Hampir 130 Tewas: 3 Skenario di Balik Serangan
    Usai Teror Paris, Kedutaan Perancis di Jakarta Dijaga Polisi

    Menurut Brian, ketika memasuki wilayah pepohonan, dia melihat tanah bergerak. "Saya percaya pohon-pohon yang lebih besar bertahan dari terjangan angin dan pohon-pohon kecil di sekitarnya saling menguatkan," kata Brian dalam postingan-nya tersebut.

    Direkam Brian pada Sabtu, 31 Oktober 2015, video itu telah dilihat lebih dari empat juta kali secara online dan postingan di akun Facebook-nya telah disukai lebih dari 13.500 orang dengan tambahan lebih dari seratus komentar.

    Salah satu netizen--penghuni media sosial--menggambarkannya sebagai "menyeramkan dan menakutkan", sementara yang lain mengatakan video itu akibat rongga dalam lubang tanah. Ada juga yang mengatakan fenomena itu akibat aliran air dalam tanah.

    Namun ada satu komentar yang tampaknya lebih diterima akal sehat, yakni menyebutkan akar pohon yang tidak terlalu terikat kuat pada tanah sehingga ketika ada angin maka pohon bergoyang sampai ke akar dan tanah tampak seperti tengah 'bernapas.'

    METRO.CO.UK | YON DEMA

    Baca  juga:
    Drama Teror Paris, 129 Tewas: Isi Pelor Lagi, Lalu Tembak-tembak!
    Heboh Penjara Buaya Budi Waseso:1.000 Buaya Ada Syaratnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.