Wanita Ini Menceraikan Suaminya karena Terlalu Pendek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Perceraian. columbianewsservice.com

    Ilustrasi Perceraian. columbianewsservice.com

    TEMPO.CO, Riyadh - Seorang wanita muda di Arab Saudi memilih untuk mengakhiri pernikahannya dengan sebuah alasan yang cukup aneh. Wanita tersebut menceraikan suami yang baru dinikahinya tersebut lantaran sang suami tidak memiliki tinggi badan sesuai dengan kriterianya.

    Seperti dilansir Mirror pada Sabtu, 3 Oktober 2015, pasangan tersebut berpisah hanya berselang tujuh bulan setelah menikah. Wanita yang baru berusia 20 tahun tersebut mengatakan bahwa dia sudah tidak tahan lagi dengan kenyataan bahwa dia lebih tinggi daripada suaminya.

    Dituliskan dalam dokumen perceraiannya, wanita tersebut mengaku bahwa perbedaan tinggi badan keduanya telah membuatnya "sedih karena gelisah" dan "menyedihkan karena tidak nyaman".

    Baca juga:
    Amel Alvi dan Gaya Cadar Mendadak Lima Perempuan di Sidang
    Anggota DPR Siksa Pembantu: Ditendang, Dipukul Pakai Kaleng

    Pasangan tersebut tidak dijelaskan dengan namanya serta perbedaan tinggi badan juga tidak dijelaskan. Pihak berwenang di Kota Al Qatif, Arab Saudi timur, mengatakan alasan untuk perceraian tersebut "aneh".

    Berita tersebut telah menjadi viral di media sosial di mana banyak yang mempertanyakan mengapa sejak awal dia setuju untuk menikahi dengan pria tersebut jika dia tidak nyaman dengan ukuran badannya.

    Namun, perasaan wanita tersebut didukung oleh penelitian dari Rice University dan University of Texas. Studi menunjukkan wanita menginginkan pria yang lebih tinggi dari mereka karena itu sesuai dengan ide masyarakat tentang apa yang normal dan membuat mereka merasa terlindungi.

    MIRROR | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.