Ribuan Massa di New York Kecam Israel dan Presiden Bush

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, New York:Ribuan orang turun ke jalan di New York untuk menentang agresi militer Israel terhadap Palestina, Jumat (5/4) malam. Yel-yel anti negara Zionis itu tidak hanya diteriakkan oleh orang Arab-Palestina tetapi juga oleh warga Amerika dari kulit putih dan hitam. Pantauan Tempo News Room, barisan demonstran itu mencapai sekitar satu kilometer. Inilah unjuk rasa terbesar anti-Isarel di kota Big Aple tersebut. Massa juga menyuarakan solidaritas, empati dan pembelaan terhadap rakyat Palestina. Sejumlah poster dibeber dengan tulisan-tulisan yang menyengat, seperti Pergi Sharon dan Merdeka Palestina, Ariel Sharon Penjahat Perang, Enyah Isreal dari Wilayah Pendudukan. Gelombang massa juga dengan gencar mengecam kebijakan luar negeri pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden George Walker Bush yang cenderung berat sebelah membela Israel. Ini terlihat dari beberapa tulisan yang dipampang pengunjuk rasa, Stop Bantuan US ke Israel, Sharon dan Bush = Penjahat Perang. "Pemerintah Amerika mendukung penjajahan Israel. Saya ikut aksi ini karena bersimpati terhadap perjuangan rakyat Palestina. Saya tidak percaya Bush berniat menyelesaian konflik Palestina-Iseal secara adil. Selama 30 tahun lebih rakyat Palestina hidup tertindas dan Amerika mendukung si penindas," ujar Rachel Welch, mahasiswa di Hunter College, New York, kepada Tempo News Room. Anak muda berambut pirang itu tidak membenarkan bom bunuh diri yang menggoncang Israel. Namun, menurutnya, aksi itu lahir dari rasa putus asa yang mendalam di kalangan rakya Palestina. "Satu-satunya solusi, Israel harus keluar dari wilayah pendudukan, dan Palestina merdeka," ujarnya. Pawai para demonstran sempat berhenti di 2 Avenue, yang juga dinamai Yitzak Rabin Way sebagai penghormatan terhadap Perdana Menteri Isreal itu yang terbunuh beberapa tahun silam. Di jalan ini mereka meneruskan aksi damai. Ketegangan menyeruak ketika massa anti-Isarel itu berseberangan jalan denganpengunjuk rasa yang pro-Isarel dengan melambaikan bendera Zionis. Jarak kedua kelompok hanya beberapa meter. Sedang polisi menjaga di tengah. Pro-Isarel memampangkan tulisan salah satunya, Dukung Israel. Hancurkan Terorisme. Seorang lelaki tua mendekati masa anti-Israel. Dia nampak beradu mulut dengan sekerumuan anak muda bertampang Arab. "Nenek moyang saya hidup ribuan tahun di tanah Palestina," ujar lelaki tua itu sembari menudingkan jarinya. "Nenek moyang saya juga hidup ribuan tahun di Palestina," semprot seorang anak muda berwajah Arab. Lelaki tua ngeloyor pegi setelah dibujuk istrinya yang nampak cemas. (Supriyono)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.