2.000 WNI Salat Idul Fitri 1436 H di KBRI Kuala Lumpur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana salat Idul Fitri 1436 H di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, 17 Juli 2015. Foto: KBRI Kuala Lumpur

    Suasana salat Idul Fitri 1436 H di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, 17 Juli 2015. Foto: KBRI Kuala Lumpur

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Sekitar dua ribu warga negara Indonesia memadati KBRI Kuala Lumpur untuk menunaikan salat Idul Fitri 1436 H, Jumat, 17 Juli 2015.

    Dubes RI untuk Malaysia, Herman Prayitno dalam pesannya meminta agar WNI di Malaysia tetap menjaga toleransi dan persaudaraan usai sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

    "Ramadhan adalah wahana yang tepat untuk meningkatkan kepekaan sekaligus toleransi di kalangan umat muslim sekaligus membentuk pribadi yang soleh, baik secara personal maupun sosial," kata Dubes Herman dalam sambutan seperti dilaporkan dalam rilis yang diterima Tempo, Jumat.

    Momentum itu juga dimanfaatkan Dubes Herman untuk mengingatkan kembali para WNI yang hendak mudik ke Indonesia usai Salat Id, agar menggunakan jalur aman dan legal.

    Hal tersebut penting dilakukan untuk menghindari musibah yang seringkali menyebabkan hilangnya harta bahkan nyawa pemudik.

    Adapun Ustad Saerozi Hasan Murti yang menjadi khatib Salat Id mengingatkan bahwa kualitas keberhasilan ibadah Ramadan seorang muslim sesungguhnya terletak pada seberapa banyak kebaikan dan kedamaian yang disebar orang tersebut kepada sesamanya.

    “Salah satu tujuan berpuasa adalah menjadikan orang-orang bertaqwa sehingga mampu menjadi agen-agen rahmatan lil'alamin yang tidak pernah berhenti memberikan manfaat bagi siapapun,” kata Ustad Saerozi.

    Setiap tahun KBRI Kuala Lumpur menyelenggarakan ibadah Salat Idul Fitri yang diikuti oleh ribuan WNI yang berdomisili di berbagai wilayah di Malaysia.

    Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan Ramadhan yang telah dilaksanakan KBRI Kuala Lumpur seperti tadarus, kajian tafsir, tarawih berjamaah, santunan kepada yatim piatu dan TKI bermasalah serta penyaluran zakat.

    Berdasarkan keterangan Koordinator Kerohanian Islam KBRI Kuala Lumpur, Ali Murtado, tahun 2015 ini KBRI Kuala Lumpur menyalurkan tidak kurang dari 12.000 Ringgit atau sekitar Rp 42 juta ZIS (Zakat, Infaq dan Shadaqah) kepada anak-anak yatim piatu dan TKI bermasalah yang saat ini sedang ditampung di shelter KBRI.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.