Rolling Stones Awali Tur Dunia Dari Boston

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Massachusetts:Kelompok musik legendaris Rolling Stones mengawali konser dunianya di Boston, hari ini. Konser berlangsung dalam kekuatan tradisional mereka, yang telah membuat grup band asal Inggris itu eksis di dunia rock and roll lebih dari empat dasawarsa. Sekitar 36 ribu orang memenuhi Stadion Fenway Park, kandang klub bisbol Boston Red Sox. Selama lebih dari dua jam, mereka sangat antusias mendengarkan Mick Jagger, Keith Richards dan kawan kawan yang menyajikan lebih dari 20 lagu terutama tembang-tembang klasik.Yang agak aneh, dalam konser yang dipentaskan di markas kota berhaluan liberal dan dikenal sebagai basis massa Partai Demokrat ini, yakni tak dinyanyikannya lagu "Sweet Neo Con" dari album new Stones "A Bigger Bang". Lagu ini merupakan kritik dari gaya hidup kelompok neo-konservatif di Amerika.Jagger, yang mengetahui kehadiran Arnold Schwarzenegger, mantan aktor laga yang kini menjadi gubernur negara bagian Kalifornia, menyapa, Kita memiliki beberapa orang Kalifornia di sini, yang datang secara khusus untuk menjual kaos dan topi.Sindiran itu disampaikannya untuk Arnold, politisi dari Partai Republik yang memasang tarif khusus 100 ribu Dolar AS bagi mereka yang ingin duduk berdampingan bersamanya selama konser. Dana itu digunakan Arnold untuk membiayai tim suksesnya dalam kampanye pemilu mendatang.Ini merupakan kali kedua kelompok berlambang bibir merah terjulur itu mengawali tur dunianya di Boston. Tentang hal itu, Jagger punya alasan. Karena Boston adalah kota juara! teriak si bibir dower, mengacu pada keberhasilan Red Sox menjuarai Liga Nasional Bisbol 2004-2005.Konser akbar ini diawali dengan lagu "Start Me Up" dan berakhir dengan tembang "It's Only Rock n Roll". Konser ini merupakan yang pertama dari 35 penampilan Rolling Stones yang akan berkeliling Amerika Serikat dan Kanada sebelum tur keliling dunia ke-31 akan membawa mereka ke Amerika Latin, Asia, dan Eropa. AFP, Jojo Raharjo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.