Gara-gara Puisi, Wanita Cantik Ini Terancam Dipenjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan dan istrinya Ermine melambaikan tangan ke arah para pendukungnya ketika merayakan kemenangan pilpres di depan markas partainya, di Ankara, Turki, Ahad 10 Agustus 2014. Erdogan mengamankan posisinya dalam pemilihan presiden secara langsung yang pertama dalam sejarah Turki dengan meraih lebih dari 50 persen suara. REUTERS/Murad Sezer

    Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan dan istrinya Ermine melambaikan tangan ke arah para pendukungnya ketika merayakan kemenangan pilpres di depan markas partainya, di Ankara, Turki, Ahad 10 Agustus 2014. Erdogan mengamankan posisinya dalam pemilihan presiden secara langsung yang pertama dalam sejarah Turki dengan meraih lebih dari 50 persen suara. REUTERS/Murad Sezer

    TEMPO.CO , Istanbul -- Mantan Miss Turki, Merve Buyuksarac, terancam 2 tahun penjara gara-gara memajang puisi satir di Instagram tentang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

    Pengacara Buyuksarac mengatakan pada Kamis, 26 Februari 2015, bahwa jaksa akan menuntut sang model telah melecehkan pejabat publik. Pengadilan belum memutuskan kapan persidangan akan digelar.

    Buyuksarac ditahan bulan lalu karena berbagi puisi satir itu di akun Instagram-nya. Dia menjadi tokoh terakhir yang diseret ke meja hijau gara-gara menghina Erdogan di tengah-tengah kecemasan bahwa negeri itu akan jatuh ke alam otoritarian.

    Puisi berjudul Puisi Sang Tuan itu mengkritik Erdogan dan mengubah lagu kebangsaan negara itu menjadi puisi.

    "Saya membaginya karena saya rasa itu lucu. Saya tak berniat menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan," kata Buyuksarac.

    Buyuksarac kemudian, melalui media sosial, mengabarkan kepada para pengikutnya bahwa dia tidak ditahan, melainkan hanya diinterogasi soal puisi itu.

    INDEPENDENT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.