Jokowi ke Malaysia 3 Hari, Apa Saja Kegiatannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menyambut kedatangan Pimpinan DPR di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Februari 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo saat menyambut kedatangan Pimpinan DPR di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Februari 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Presiden Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke Malaysia sejak Kamis, 5 Februari 2015, hingga Sabtu, 7 Februari 2015. Selain bertemu Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak, Jokowi dijadwalkan melakukan kegiatan lainnya selama di negeri jiran tersebut. Berikut jadwal kunjungan tiga hari Presiden Joko Widodo.

    Kamis, 5 Februari 2015
    Pukul 16.00,
    Jokowi didampingi ibu negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan tiba di Kompleks Bunga Raya, Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Sepang.

    Pukul 20.00,
    Jokowi diterima Yang Dipertuan Agung Raja Malaysia Abdul Halim Muadzam Shah bertempat di istana negara Jalan Duta, Kuala Lumpur.

    Jumat, 6 Februari 2015
    Pukul 9.00,
    Pertemuan kenegaraan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak di tingkat lima, kantor Perdana Menteri, bangunan Perdana Putra, Putrajaya.
    Acara dilanjutkan dengan konferensi pers Jokowi dan Najib di Dewan Serbaguna lantai tiga, kantor Perdana Menteri, bangunan Perdana Putra, Putrajaya.

    Pukul 11.45,
    Jokowi akan dijamu makan siang oleh Najib di Seri Perdana, Putrajaya.

    Pukul 12.20,
    Jokowi bersama Najib Razak menunaikan salat Jumat di masjid Putrajaya.

    Pukul 15.00,
    Jokowi bersama rombongan berkunjung ke pabrik mobil Malaysia, Proton, di pabrik Proton pusat, Shah Alam.

    Sabtu, 7 Februari 2015,
    Pukul 9.00,
    Jokowi bersama rombongan bertolak ke Brunei Darussalam untuk melanjutkan kunjungan kenegaraan.

    MASRUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?