Ini 2 Iklan Malaysia yang Rendahkan Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iklan Robovac yang meghina TKI di Malaysia. Istimewa

    Iklan Robovac yang meghina TKI di Malaysia. Istimewa

    TEMPO.COJakarta - Sebuah iklan di Malaysia kembali melecehkan Indonesia. Iklan perusahaan pembuat alat pembersih, RoboVac, tersebut mencantumkan tulisan "Fire Your Indonesian Maid Now" (Pecat Pembantu Indonesia).

    Menurut siaran pers KBRI Kuala Lumpur yang diterima Tempo, Rabu, 4 Februari 2015, dalam nota dinyatakan bahwa pemerintah Indonesia sangat menyesalkan cara beriklan perusahaan swasta RobVac yang tidak sensitif dan merendahkan martabat rakyat Indonesia.

    Sebelumnya, pada Oktober 2012, sebuah iklan di Malaysia juga dianggap melecehkan Indonesia. Saat itu terdapat selebaran yang beredar di Malaysia dengan tulisan, "Indonesia Maids Now on SALE". 

    Di situ dijelaskan bahwa TKI dilabeli harga 7.500 ringgit Malaysia atau diskon 40 persen dari tarif semula. Jika ingin menggunakan jasa TKI, calon pengguna bisa menyetor deposit 3.500 ringgit. Iklan tersebut juga memuat nomor telepon yang bisa dihubungi.

    Menurut Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, saat itu pemerintah Malaysia seharusnya melarang adanya iklan berupa "TKI on Sale". "Pemasangan iklan itu adalah perbuatan tidak beradab yang tidak layak terjadi," kata Jumhur di Jakarta, Senin, 29 Oktober 2012.

    Sebulan setelah itu, beredar iklan serupa di Singapura. Iklan berjudul “Javamaids” itu juga memuat sistem pembelian para TKW asal Jawa. Iklan TKI tersebut berada di pusat perbelanjaan Bukit Timah, Singapura. 

    Agen memajang papan iklan berlampu neon di dinding dan menempel biodata TKI di kaca toko. Singapura kemudian membekukan izin agen pekerja asing bernama Javamaids itu setelah pihak dari Indonesia memprotes iklan tersebut.

    DANNI | PDAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.