Menlu Malaysia: Perlu Kesamaan Pandang tentang Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Menteri Luar Negeri Malaysia Syed Hamid Albar menyatakan bahwa terorisme dalam segala bentuknya memang perlu dilawan. Tapi persepsi negatif yang dialamatkan terhadap Islam pun harus segera diluruskan. Hal itu dikatakannya seusai meresmikan Media Center dalam The Islamic Conference of Foreign Ministers on Terrorism di Hotel Mines Beach Resort Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (31/3). Selanjutnya ia berharap, sesi khusus pertemuan menteri-menteri luar negeri yang tergabung dalam Organisation of the Islamic Conference (OIC/OKI), 1-3 April, ini akan menghasilkan kesamaan pandang tentang terorisme. "Kita berharap mereka datang dengan semangat untuk bersama-sama mencari penyelesaian jangka panjang dalam membenahi persepsi yang salah tentang Islam dan terorisme," jelasnya. Lebih lanjut Syed Hamid Albar menegaskan, pertemuan itu akan mendiskusikan secara serius mengenai definisi dan akar permasalahan munculnya terorisme. "Ia harus dilihat dari segala sudut pandang, baik agama, kultur, maupun ras," tukasnya. Oleh karena itu, ia minta agar delegasi yang hadir dalam pertemuan tersebut dapat berdiskusi secara transparan dan rasional. Sebagaimana diketahui, sejak peristiwa 11 September lalu, Islam secara negatif telah dicitrakan sebagai sarangnya terorisme. Syed Hamid Albar menolak keras hal ini. Menurutnya, jika pelakunya betul dari kelompok Islam, “Memangnya cuma kelompok islam saja yang melakukan hal ini?” Kelompok teroris dari agama, dalam pandangannya, tak terkira jumlahnya. “Mengapa mereka mengaitkannya dengan islam saja,” ujanya sengit. Selain itu, Menteri Luar Negeri Palestina Farouk Kaddoumi sudah ancang-ancang akan memberikan usulan agar komunitas muslim internasional menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Israel. "Itu agenda kami dalam persidangan kali ini," ungkapnya sembari menegaskan, "Harus ada resolusi untuk Israel." Sebaliknya, ketika ditanya lebih jauh tentang kasus Palestina ini, Syed Hamid Albar kembali menegaskan komitmen Malaysia dalam sesi khusus Menteri-menteri Luar Negeri tersebut. Meski ia mengakui perbincangan ihwal Palestina dan Israel tak mungkin terhindarkan, “Tapi kita harus fokus pada definisi dan akar-akar permasalahan, bukan cuma retorika dan emosi semata.” Pemerintah Malaysia berharap agar semua pihak menjunjung tinggi resolusi perdamaian yang telah ditetapkan PBB. Sebaliknya, Syed Albar mengatakan bahwa apa yang dilakukan Israel terhadap markas besar pemerintahan Palestina Yasser Arafat di Ramallah merupakan tindakan kontraproduktif dalam memerangi terorisme. “Apa yang dilakukan Palestina selama ini, tak bisa dikatakan sebagai aksi terorisme,” belanya. Rencananya, Sidang Khusus Organisasi Konferensi Islam tentang Terorisme ini akan dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad. Menurut Sobrey Jafar, Koordinator Bidang Akreditasi dan Akomodasi, sekitar 53 negara Islam dipastikan hadir dalam pertemuan tersebut. Itu di luar Komunitas Muslim Kibris, Bosnia-Herzegovina, dan Liga Arab yang hadir sebagai peninjau. (Rommy Fibri-Majalah TEMPO)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.