Pengusaha dan Pejabat Ini Sambut Jokowi di Beijing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi tiba di Hotel Kempinski, Beijing dan disambut Mendag, Menlu, dan warga Indonesia di Cina. 8 November 2014. istimewa

    Jokowi tiba di Hotel Kempinski, Beijing dan disambut Mendag, Menlu, dan warga Indonesia di Cina. 8 November 2014. istimewa

    TEMPO.CO, Beijing - Presiden Joko Widodo tiba di Beijing malam ini untuk memulai rangkaian kunjungan kerja dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2014. Selama di Beijing, Jokowi dan rombongan menginap di Hotel Kempinsky, Beijing.(Baca:Besok, Jokowi - Presiden Cina Bahas Poros Maritim)

    Saat tiba di hotel Kempinsky, Jokowi disambut oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel yang sudah terlebih dahulu tiba di Beijing. Jokowi yang mengenakan batik cokelat juga disambut oleh puluhan warga Indonesia yang merupakan petinggi serta staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.

    Selain Jokowi, para menteri yang ikut dalam rombongan APEC juga menginap di Hotel Kempinsky. Beberapa menteri yang tampak hadir antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.(Baca:Tiba di Beijing, Jokowi Disambut Upacara Militer)

    Beberapa pengusaha Kamar Dagang dan Industri yang akan melakukan pertemuan bisnis di Cina juga tampak di Hotel Kempinsky. Pengusaha-pengusaha itu  mendampingi Menteri Perdagangan. Pengusaha yang hadir antara lain Chris Kanter, Franky Wijaya, Anindya Bakrie, Alim Markus. Namun tidak jelas apakah mereka juga menginap di Kempinsky.
    ANANDA TERESIA

    Baca juga:
    Sebelum Final, Persib Sudah Siapkan Algojo Penalti
    Nurul Arifin Menyesal Tak Sebar Duit Saat Pemilu 
    Setelah Lulung Dipecat, Penggantinya Dukung Ahok 
    Persib Juara, Bandung Pesta Kembang Api  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.