Tim Investigasi PBB ke Irak Selidiki ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota investigasi PBB berdiskusi setelah mengambil sampel di dekat bagian rudal yang diduga salah satu roket kimia di Zamalka, Suriah (28/8). AP/United media office of Arbeen, File

    Sejumlah anggota investigasi PBB berdiskusi setelah mengambil sampel di dekat bagian rudal yang diduga salah satu roket kimia di Zamalka, Suriah (28/8). AP/United media office of Arbeen, File

    TEMPO.CO, Bagdad - Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengirim tim investigasi ke Irak untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan kelompok milisi ISIS dan kelompok teroris lainnya. Dengan adanya video pemenggalan, perbudakan, dan pelecehan seksual dari milisi ISIS, PBB menyatakan ISIS sudah bertindak melewati batas kemanusiaan. Dewan HAM PBB telah menyetujui rencana ini.

    Dikutip dari Reuters, Wakil Komisaris Dewan HAM PBB Flavia Pansieri mengatakan, di Jenewa, pasukan pemerintah Irak juga telah melakukan kekejaman selama tiga bulan terakhir konflik di sana. Pansieri menambahkan, dia juga khawatir dengan penganiayaan yang terjadi terhadap warga Kristen, Yazidi, Syiah, dan etnis lainnya di Irak. Sebelum ISIS muncul, mereka telah hidup berdampingan selama ribuan tahun. (Baca: ISIS Kembali Eksekusi Jurnalis Amerika Serikat)

    Seperti dilansir The Guardian, 2 September 2014, Menteri Hak Asasi Manusia Irak Mohammed Shia Al Sudani mengatakan kepada 47 anggota Dewan HAM PBB bahwa milisi ISIS telah bersikap seperti manusia barbar dengan menyerang Irak. Namun Al Sudani tidak memberikan komentar mengenai tuduhan tentara Irak yang juga melakukan kekejaman dan pelanggaran HAM.

    "ISIS bukan hanya menjadi permasalahan Irak. Mereka sudah menjadi ancaman bagi seluruh negara di dunia", kata Al Sudani. (Baca: AS Kirim 350 Pasukan Tambahan ke Irak)

    Human Rights Watch pada Senin waktu setempat mengatakan ada bukti otentik bahwa milisi ISIS telah menggunakan bom bawah tanah di sebelah utara Suriah. Namun pengawas yang berbasis di New York mengatakan pasukan pemerintah Irak telah menggunakan jenis senjata tersebut sejak tahun 2012.

    Berdasarkan laporan dari PBB, dalam satu tahun terakhir, lebih dari 1,6 juta warga Irak mengungsi dan 850 ribu di antaranya meninggalkan rumah mereka pada Agustus 2014. Sebanyak 3 juta warga Suriah juga mengungsi dan 6,5 juta orang telantar.

    THE GUARDIAN | REUTERS | VIQIANSAH DENNIS

    Baca juga:
    Jero Wacik Resmi Jadi Tersangka
    Soal Skandal Asusila, Ini Pengakuan Gubernur Riau 
    Hatta: Tak Sedikit pun Terpikir Jegal Jokowi
    Ini Alasan Pemindahan Makam Nabi Muhammad 
    Pendiri Golkar Cap Agung Laksono Pengkhianat  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.