Setelah 27 Tahun, Pendakian Everest Ditutup Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua jenazah sherpa, yang menjadi korban salju longsor di Puncak Everest pada Jum'at lalu, dibawa keluarganya ke Sherpa Monastery di Kathmandu (19/4). 13 Sherpa ditemukan tewas tertimbun salju. PRAKASH MATHEMA/AFP/Getty Images

    Dua jenazah sherpa, yang menjadi korban salju longsor di Puncak Everest pada Jum'at lalu, dibawa keluarganya ke Sherpa Monastery di Kathmandu (19/4). 13 Sherpa ditemukan tewas tertimbun salju. PRAKASH MATHEMA/AFP/Getty Images

    TEMPO.COKathmandu – Untuk pertama kalinya dalam 27 tahun terakhir, gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest, akan ditutup untuk pendakian. Hal ini dilakukan terkait dengan tewasnya 16 sherpa, pemandu lokal Gunung Everest, pada pekan lalu.

    Dilaporkan laman National Post, puluhan pendaki dan pemandu lokal turun dari base camp Everest pada Jumat, 26 April 2014. Meskipun jalur pendakian dari Nepal ditutup, pendaki lainnya masih berjuang mencapai puncak dari sisi utara, Tibet.

    Penutupan jalur pendakian ini sudah lama tidak terjadi. Dipendra Paude, juru bicara Kementerian Pariwisata Nepal, mengatakan Everest terakhir kali ditutup pada tahun 1987 lalu akibat cuaca buruk.

    Pada Jumat, 18 April lalu, sebanyak 16 sherpa tewas tertimbun longsoran salju di ketinggian 5800 meter. Musibah ini diklaim sebagai kecelakaan tunggal paling mematikan dalam sejarah pendakian modern. Sebanyak 13 mayat telah ditemukan, sedangkan tiga lainnya masih tertimbun longsoran.

    ANINGTIAS JATMIKA | THE NATIONAL POST

    Terpopuler

    Gadis 19 Tahun Selipkan Pistol di Kelaminnya
    Jet Tempur Rusia Gempur Perbatasan Ukraina
    600 Tentara AS Tiba di Eropa Timur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.