Dibajak, Pesawat Ethiopia Dipaksa Menuju Jenewa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi bersiap-siap memasuki pesawat Aeromexico yang dibajak di bandara internasional Mexico City (10/9). Pembajak yang berasal dari Bolivia itu berhasil ditangkap, semua penumpang dan pilot selamat. Foto: AP/Leonardo Casasme

    Polisi bersiap-siap memasuki pesawat Aeromexico yang dibajak di bandara internasional Mexico City (10/9). Pembajak yang berasal dari Bolivia itu berhasil ditangkap, semua penumpang dan pilot selamat. Foto: AP/Leonardo Casasme

    TEMPO.CO, Jenewa - Sebuah pesawat Ethiopian Airlines terpaksa mendarat darurat pada Senin pagi, 17 Februari 2014, di Jenewa karena dibajak. Menurut pihak kepolisian setempat, pembajak pesawat yang seharusnya terbang menuju Roma ini berhasil ditangkap.

    Pihak Ethiopian Airlines mengatakan sejatinya pesawat lepas landas dari ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, menuju Roma. Namun pesawat Boeing 767-300 ini tiba-tiba dibajak ketika melewati wilayah Sudan dan dipaksa untuk memutar arah menuju Jenewa. "Seluruh penumpang dan kru pesawat dalam keadaan selamat," kata pihak maskapai dalam situs resminya tanpa keterangan lebih lanjut.

    Seperti dilansir dari CBS News, begitu mendarat di Jenewa, petugas kepolisian yang sudah berjaga langsung mengawal penumpang keluar satu per satu, dengan posisi tangan di atas kepala, hingga menuju kendaraan yang telah disiapkan.

    Pihak kepolisian Swiss mengatakan pesawat melakukan pendaratan tak terjadwal di Kota Swiss pukul 06.00 pagi waktu setempat, dan polisi langsung meringkus pembajak. Juru bicara kepolisian, Jean-Philippe Brandt, mengatakan kepada The Associated Press bahwa situasi terkendali. "Dan tidak ada seorang pun, baik penumpang maupun kru pesawat, yang terluka."

    Petugas bandara Kairo mengatakan pilot pesawat menginformasikan kepada petugas menara kontrol ketika berada di wilayah Abu Simbel, Mesir bagian selatan, bahwa pesawat yang dikemudikannya telah dibajak. Menurut petugas ini, sang pilot tidak meminta untuk dilakukan pendaratan darurat di Mesir, dan pesawat kemudian menuju wilayah udara Libya.

    Atas pembajakan ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintahan Ethiopia. Para pejabat yang diwawancarai pun tak mau berkomentar karena mengaku tidak memiliki wewenang berbicara di media.

    CBS NEWS | ROSALINA

    Baca juga:
    Bawa Belasan Awak, Pesawat Nepal Hilang Kontak
    Hamil, 200 Tentara Wanita Inggris Dipulangkan
    Badai Salju Jepang Tewaskan 13 Orang
    Badai Salju, Jepang Batalkan Ratusan Penerbangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.