Mandela Lewati Detik Terakhir tanpa Alat Bantu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah lukisan yang menggambarkan wajah mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela di dinding luar Rumah Sakit Jantung Mediclinic di mana ia dirawat di Pretoria, Afrika Selatan, (16/6). Nelson Mandela meninggal dunia pada 5 Desember 2013 di usia ke 95. (AP Photo/Themba Hadebe)

    Sebuah lukisan yang menggambarkan wajah mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela di dinding luar Rumah Sakit Jantung Mediclinic di mana ia dirawat di Pretoria, Afrika Selatan, (16/6). Nelson Mandela meninggal dunia pada 5 Desember 2013 di usia ke 95. (AP Photo/Themba Hadebe)

    TEMPO.CO, Johannesburg - Meski akhirnya menyerah pada infeksi paru-paru yang dideritanya, Nelson Mandela meninggal dengan keadaan tenang dan damai. Pada detik-detik menjelang ajalnya, Mandela didampingi banyak anggota keluarga. Pada saat itu, ia tidak lagi menggunakan alat bantu untuk bertahan hidup.

    Bantu Holomisa, mantan wakil menteri dalam kabinet Mandela, juga turut hadir di sana. Kepada AP, ia menuturkan, beberapa orang mengelilingi tempat tidur Mandela, di antaranya istri Mandela, mantan istrinya (Winnie), salah satu putri Mandela, serta beberapa cucu dan cicitnya.

    “Sepertinya keluarga sudah diperingatkan oleh dokter bahwa waktu Mandela mungkin tak lama lagi,” ujar Holomisa. Ia melihat Mandela tertidur saat itu seakan sudah menyerah pada penyakitnya. Untuk itu, alat bantu kehidupannya pun sudah dilepas semua.

    Mandela mendapatkan perawatan intensif di rumahnya di kawasan Houghton, Johannesburg, sejak ia pulang dari rumah sakit pada 1 September. Di rumah sakit, ia telah menghabiskan hampir tiga bulan melawan infeksi paru-paru.

    Holomisa mengatakan sebelumnya dia melihat Mandela di rumah sakit. Namun, saat kunjungannya ke rumah Mandela, ia melihat Mandela semakin lemah. “Saya bisa melihat  kondisinya semakin memburuk,” ujar Holomisa.

    Sekitar satu jam Holomisa menemani Mandela hingga akhirnya ajal pun datang. Mandela mengembuskan napas terakhirnya sekitar dua jam setelah rekan sejawatnya itu pulang.

    ANINGTIAS JATMIKA | AP


    Berita Terpopuler Lainnya
    Jokowi-Ahok Kumpul di Rumah Megawati 
    Artijo, Hakim 'Killer' di Mata Koruptor 
    Ini yang Membuat Mandela Kagum pada Fidel Castro 
    Alasan Obama Ogah Pakai iPhone 
    Ini Koleksi Vila Para Jenderal di Citamiang  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.