Politikus Australia Mencibir SBY  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mark Textor. dailytelegraph.com.au

    Mark Textor. dailytelegraph.com.au

    TEMPO.CO, Canberra - Bukannya meredam ketegangan antara Australia dan Indonesia, seorang politikus Australia justru membuka arena pertempuran baru antardua negara bertetangga. Ia menghina Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan mencibir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Lewat akun Twitternya, Mark Textor dari Partai Liberal seperti hendak mengatakan bahwa kicauan SBY di Twitter yang ditujukan kepada Perdana Menteri Australia Tony Abbot sebagai naif. "Kepala negara macam apa yang berkomunikasi dengan kepala negara tetangganya lewat Twitter? SBY."

    Pada 19 November 2013, SBY memang bereaksi keras terhadap kabar penyadapan yang dilakukan oleh intelijen Australia melalui akun Twitter @SBYudhoyono. Ia mengunggah tujuh celotehan tentang penyadapan hingga pukul 12.14 atau dalam waktu 10 menit. Pagi harinya, pukul 09.09, SBY kembali mengungkapkan pernyataan yang sama, tetapi dalam bahasa Inggris.

    Dalam kicauannya, SBY mengungkapkan perasaan kesal, merasa diremehkan, serta menginstruksikan tindakan tegas pada jajaran menterinya. Dalam twit pertama, SBY mengatakan Indonesia sudah melayangkan protes keras atas penyadapan oleh Australia. "Sejak ada informasi penyadapan AS & Australia terhadap banyak negara, termasuk Indonesia, kita sudah protes keras," kata dia sembari mencantumkan identitas *SBY*.

    Selanjutnya, SBY memerintahkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk melakukan diplomasi yang efektif sambil meminta penjelasan dari Australia. SBY pun memerintahkan Marty untuk memanggil pulang Duta Besar Indonesia di Australia, Nadjib Riphat Kesoema. "Indonesia juga minta Australia berikan jawaban yg resmi & bisa dipahami masyarakat luas atas penyadapan terhadap Indonesia," demikian petikan twit SBY.

    Terhadap komentar-komentar SBY di Twitter itu, Textor mengisyaratkan SBY salah alamat meminta pertanggungjawaban PM Tony Abbot yang berasal dari Partai Liberal. Dalam kicauannya, Textor menyebut penyadapan telepon yang dilakukan pada pertengahan 2009 itu terjadi saat Australia dipimpin Partai Buruh. "Mungkin SBY menggunakan kalender kuno," Textor mencibir.

    YR | SMH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.