Kapal Cina Masuk ke Perairan Sengketa Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal patroli Cina, Haijian No. 51 (kiri) berlayar di samping kapal patroli Jepang Ishigaki dekat Pulau Uotsuri di wilayah Kepulauan Senkaku (versi Jepang) dan Kepulauan Diaoyu (versi Cina), di Laut Cina Timur. REUTERS/Kyodo/Files

    Kapal patroli Cina, Haijian No. 51 (kiri) berlayar di samping kapal patroli Jepang Ishigaki dekat Pulau Uotsuri di wilayah Kepulauan Senkaku (versi Jepang) dan Kepulauan Diaoyu (versi Cina), di Laut Cina Timur. REUTERS/Kyodo/Files

    TEMPO.CO, Tokyo - Tiga kapal Cina masuk ke perairan di kepulauan yang dipersengketakan antara Negeri Tirai Bambu itu dengan Jepang. Demikian keterangan pengawas pantai Jepang kepada media, Ahad, 5 Mei 2013.

    Menurut Tokyo, kapal penjelajah maritim Cina memasuki Kepulauan Senkaku, Jepang, yang disebut dalam bahasa Cina Diaoyu pada sekitar pukul 11.00 pagi waktu setempat (02.00 GMT), Ahad, 5 Mei 2013.

    Kapal-kapal milik pemerintah Cina kerap belayar memasuki lima pulau di kawasan tersebut pada akhir-akhir ini menyebabkan hubungan diplomatik kedua negara menegang.

    Pada akhir April 2013, delapan kapal pemerintah Cina berlayar memasuki kawasan sengketa. Ini merupakan pelayaran terbesar sejak Tokyo menasionalisasi kepulauan tersebut sebagai bagian dri wilayah teritorial Jepang pada September 2012.

    Aktivitas kapal Cina ini menyebabkan kemarahan besar. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, langsung mengeluarkan perintah pengusiran terhadap kehadiran sejumlah kapal Cina di kepulauan yang diyakini kaya sumber alam.

    AL JAZEERA | CHOIRUL



    Topik Terhangat:
    Pemilu Malaysia
    | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg

    Baca juga:
    Ini Motif Perbudakan Buruh Panci di Tangerang
    Massa Bakar Al-Quran di Masjid Jemaat Ahmadiyah

    Ini Kata Dubes Inggris Soal Kantor OPM di Oxford

    Anwar Ibrahim Berkicau Menangkan Pemilu Malaysia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.