Kisah-kasih Kavi dan Damai Tertulis di Buku Harian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae). ANTARA/FB Anggoro

    Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae). ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO , Washington: Petugas di Kebun Binatang Smithsonian di Washington, Amerika Serikat mendokumentasikan lengkap segala aktivitas pasangan Kavi dan Damai. Mulai dari proses sepasang harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) pendekatan, pacaran, hingga akhirnya Damai -harimau betina- mau dikawini Kavi. Seluruh proses itu dicatat rapi dalam Buku Harian Harimau milik kebun binatang.

    Sepasang harimau itu pertama kali dipertemukan pada musim gugur 2012. Kedua harimau ditaruh dalam kandang berbeda yang dipisahkan sebuah pintu. Petugas hanya memberikan akses visual, sehingga keduanya bisa melihat tanpa saling menyerang. Kedua harimau itu akhirnya sama-sama tertarik dan melakukan perkawinan pertama pada Desember.

    "Kami sampai harus menyiapkan tabung pemadam kebakaran dan berjaga-jaga untuk memisahkan keduanya jika perkawinan tidak berjalan lancar," ujar petugas, seperti dikutip dari Buku Harian Harimau.

    Namun kekhawatiran itu tidak terjadi. Sebaliknya, ketika pintu kandang perkawinan dibuka, Damai keluar dengan menunjukkan perilaku bersahabat. Ini tanda perkawinan Kavi dan Damai sukses. "Harimau di dalam penangkaran tidak selalu mau dikawinkan," ujar petugas Kebun Binatang Smithsonian, Senin, 7 Januari 2013. Keberhasilan ini membawa angin segar bagi upaya pelestarian harimau Sumatera. Pawang kemudian terus mempertemukan Kavi dan Damai hingga beberapa hari setelah itu.

    "Kami akan mengetahui Damai hamil jika perilakunya tidak lagi bersemangat saat ditemukan Kavi," ujar petugas kebun binatang. Perubahan perilaku Damai ini disebabkan pembuahan sel yang terjadi di dalam rahimnya.

    LIVESCIENCE | MAHARDIKA SATRIA HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.