Ayah dan Adik Bayi, Hadiah Natal Paling Populer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pohon Natal. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pohon Natal. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta--Sebuah survei menunjukkan bahwa seorang ayah adalah hadiah Natal paling populer nomor 10 yang dimasukkan dalam daftar permintaan anak-anak. Selain itu, hadiah Natal yang diminta adalah iPad terbaru, mainan atau hewan peliharaan baru.

    Ketika Natal tiba, paling aman untuk berasumsi bahwa anak-anak akan meminta Santa memberikan hadiah seperti mainan, games dan ditraktir makan. Namun sebuah survei yang dilakukan menunjukkan bahwa permintaan anak-anak menjadi lebih serius dan perlu diperhatikan karena bukan hanya meminta mainan.

    Sebuah studi yang dilakukan terhadap dua ribu orang tua menemukan bahwa umumnya anak-anak memasukkan dalam daftar hadiah adalah bayi lelaki atau bayi perempuan sebagai permintaan paling diminta untuk hadiah Natal. Kemudian diikuti oleh permintaan atas rusa sungguhan.

    Sementara di posisi ketiga dan keempat adalah binatang peliharaan kuda dan mobil. Sedangkan permintaan paling populer di nomor 10 adalah keinginan untuk memiliki seorang ayah.

    Hasil survei, yang diikuti oleh konsumen di Westfield London dan Westfield Stratford City, menemukan bahwa anak-anak berusia tiga hingga 12 tahun juga menginginkan anjing, coklat dan tongkat batu. Dari 50 daftar permintaan, 17 di antaranya ada kaitannya dengan binatang peliharaan dan hewan, termasuk di dalamnya keinginan untuk memiliki keledai, ayam dan gajah.

    Selain itu, iPhone dan iPad juga muncul dalam daftar permintaan, dan ada pula anak-anak yang meminta bulan, mesin waktu, penutup danau dan ubi ungu. Salah seorang anak meminta Eva Longoria dan yang lainnya ingin Harry Styles dari One Direction. Sedangkan permintaan untuk memiliki seorang ibu masuk di nomor 23. Simak berita unik lainnya.

    TELEGRAPH I ARBAIYAH SATRIANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.