Dongkrak Nilai Anak, Ibu Ini Retas Situs Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hacker

    Hacker

    TEMPO.CO , Pennsylvania - Semua ibu ingin yang terbaik bagi anaknya, namun tentu saja tidak dengan cara seperti yang dilakukan ibu ini. Wanita Pennsylvania, Catherine Venusto, menghadapi tuduhan kejahatan setelah melakukan tindak peretasan ke situs milik sekolah anak-anaknya.

    Venusto, 45 tahun, menyusup ke sistem komputer Lehigh Northwestern School District dan mengubah nilai dari dua anaknya. Tak tanggung-tanggung, ia mengubah anaknya yang tinggal kelas menjadi naik kelas.

    Mantan sekretaris kantor administrasi pemerintah setempat dari tahun 2008 hingga April 2011 ini mengubah kelas putrinya yang gagal naik kelas karena pengecualian medis. Dan pada bulan Februari 2012, dia dituduh mengubah nilai anaknya dari 98 menjadi 99.

    Venusto didakwa minggu ini pada tiga tuduhan penggunaan tidak sah dari komputer dan tiga tuduhan masuk tanpa izin mengubah data komputer. Untuk semua kejahatannya, dia tak bisa mangkir dari hukuman penjara dan denda.

    Polisi negara bagian mengatakan dia mengakui untuk mengubah nilai, tapi ia menyatakan tindakannya hanyalah tidak etis dan bukan ilegal. Menurut juru bicara kantor Kejaksaan, Debbie Garlicki, Venusto bisa menghadapi hingga 42 tahun penjara atau denda U$ 90 ribu jika terbukti bersalah.

    TIME | TRIP B

    Berita Terkini
    Diperkosa hingga Tewas oleh Lima Istrinya

    Dalam Masjid, Ustadz Kampanye Foke

    Wamendikbud: Waspadai Jebakan Malaysia

    Wajah Ariel Peterpan Mirip Gubernur Sulawesi

    Soal Status Emir, Denny Minta Maaf ke KPK

    Emir Moeis Lima Kali Lolos Jerat Hukum

    Angelina Minta Sesuatu kepada Brotoseno

    Alasan Wanita Tampak Lebih Cantik Setelah Bercinta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.