Dipermalukan Pasta Gigi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan Majalah Tempo, Rommy Fibri, kembali ke Irak, 18 Desember 2003. Ini adalah perjalanan keduanya ke "Negeri 1001 Malam" itu. Sesaat sebelum Baghdad jatuh, April lalu, dia juga berada di sana melaporkan detik demi detik keadaan Irak sebelum akhirnya jatuh ke tangan pasukan koalisi Amerika Serikat. Inilah catatan hariannya: _________________________________________________________Ketika pergi ke Sulaymaniah (sekitar 6 jam perjalanan dari Baghdad ke arah timur laut), saya menginap diHotel Sulaymaniah Palace. Sore hari, saat sudah di kamar, saya bersiap untuk mandi. Eh, ternyata pastagigi saya habis. Karena sudah seharian belum gosok gigi, saya jengah juga. Walhasil, saya berpakaian, dansegera turun ke lantai dasar untuk membeli pasta gigi di swalayan hotel. Setelah memilih pasta gigi, saya bersiap untuk membayar. "Twenty dinar, mister," kata si pramuniaga.Hah, "Murah banget," pikir saya. Disini, satu dolar Amerika Serikat setara dengan 1100 Dinar, Irak. "Wah, bisaborong satu kardus nih," pikir saya. Dengan mantap, segera saya ulurkan pecahan dinar Irak sebesar 250."Maaf, ini masih kurang, Pak," katanya. Saya agak terperanjat. Katanya 20 dinar, tapi kok dibilang masihkurang. Melihat saya terbengong-bengong, pramuniaga itu berkata, "Maksudnya 20 dinar itu yang pecahan lama,atau setara dengan 2 dolar Amerika." Karena malu, selekasnya saya selesaikan pembayaran, dan segera naikke kamar. @

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.