Lampu Mati, Sudah Biasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan Majalah Tempo, Rommy Fibri, kembali ke Irak, 18 Desember 2003. Ini adalah perjalanan keduanya ke "Negeri 1001 Malam" itu. Sesaat sebelum Baghdad jatuh, April lalu, dia juga berada di sana melaporkan detik demi detik keadaan Irak sebelum akhirnya jatuh ke tangan pasukan koalisi Amerika Serikat. Inilah catatan hariannya: _________________________________________________________Untung sudah terbiasa dengan keadaan di Indonesia, sehingga ketika lampu di hotel sering mati, saya tidakbegitu pusing kepala. Paling-paling hanya menggerutu saat sedang menulis laporan pakai laptop. Saya jadi tidak bisa melihat tulisan tangan di buku notes TEMPO yang saya bawa. Padahal, semua angka dan kutipan dari orang-orang, ada di situ semua.Kalau matinya hanya sesekali sih tidak masalah. Lha ini, bisa terjadi tiga kali dalam sejam. Bahkan pernah di pagi hari, listrik padam saat saya sedang mandi. Tangan pun geremetan menggapai sabun. Meski begitu, saya masih bisa bersyukur karena padamnya hanya persoalan anjloknya listrik. Jadi, bukan dari jaringan pusat PLN-nya Irak. Tapi kalau sering-sering, bisa bikin sakit mata kan? @

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.