Isi Catatan Harian Usamah Bin Ladin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video Usamah Bin Ladin yang dirilis Pentagon, Sabtu 7 Mei 2011 (AP)

    Video Usamah Bin Ladin yang dirilis Pentagon, Sabtu 7 Mei 2011 (AP)

    TEMPO Interaktif, Washington - Pemerintah Amerika Serikat berhasil memburu dan membunuh teroris nomor satu Usamah Bin Ladin. Dalam penyergapan di rumah persembunyiannya di Abbotabad, Pakistan, Amerika juga berhasil mendapatkan sejumlah dokumen penting.

    Di antara dokumen yang diperoleh, ada catatan harian Bin Ladin yang ditulis tangan. Dalam catatan itu Bin Ladin menyiapkan sejumlah serangan teror. Target terornya pesawat dan kereta api. Jika memungkinkan, teror itu dilancarkan pada hari kemerdekaan Amerika 4 Juli dan tepat di hari peringatan 10 tahun serangan 11 September 2001.

    Meski menghilang dari publik dan Al-Qaidah terlihat melemah, Bin ladin masih mengontrol organisasinya dari Abbotabad. Dari catatan harian yang ditulis tangan dan sejumlah data di hard disk komputer, Bin Ladin menjadi otak dari beberapa ancaman teror di Eropa.

    Dari rumah persembunyiannya, Bin Ladin terus berkomunikasi dengan cabang-cabang Al-Qaidah, terutama Yaman. Dia juga diduga menjadi dalang dari sejumlah usaha teror di Amerika Serikat, di antaranya teror di hari Natal 2009 di Bandar Udara Detroit, Amerika Serikat.

    Bin Ladin juga sadar badan antiteror Amerika Serikat terus mengawasi jaringannya. Dia lalu mengirim pesan kepada pengikutinya. "Jangan hanya fokus menyerang New York," kata Bin Ladin dalam tulisan di catatan itu. "Pertimbangkan juga sejumlah kota seperti Los Angeles atau kota kecil lain. Sebarkan target."

    Dalam catatan tersebut, Bin Ladin juga menekankan kepada pengikutnya berapa jumlah orang Amerika Serikat yang harus menjadi korban. Sebab, ini penting untuk menyingkirkan negara itu dari dunia Arab. Menurut Bin Ladin, serangan kecil tak akan cukup. Dia menyebut korban yang jatuh harus mirip dengan korban dalam serangan 11 September 2001. Dengan jumlah korban yang besar, kebijakan luar negeri Amerika bisa berubah.

    AP | POERNOMO G. RIDHO






     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.