Warga Indonesia Di Irak Tinggal Enam Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Irak telah mengevakuasi seluruh warga negara Indonesia yang berada di Irak pada 4 Februari lalu. Menurut Duta Besar RI untuk Irak, Dachlan Abdul Hamied, upaya evakuasi dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan pecahnya perang di negeri Saddam Hussein tersebut. Dachlan meyakinkan, WNI yang masih di Irak tinggal enam diplomat termasuk Duta Besar dan dua sopir. Istri dan anak saya juga sudah dievakuasi, katanya saat dihubungi Tempo News Room melalui sambungan telepon internasional, Senin (17/2) siang. Menurut Dachlan, sebelumnya jumlah WNI yang berada di Irak sebanyak 104 orang pada Oktober 2002. Namun jumlah tersebut terus menurun hingga 44 orang, terdiri dari 35 mahasiswa dan sisanya staf KBRI dan keluarga, saat dievakusi. Untuk sementara mereka telah berada di Damaskus, Syiria. Dijelaskannya, hingga kini kondisi Irak masih biasa-biasa saja. Aktifitas pemerintahan, ekonomi dan lainnya masih berjalan lancar meski Amerika Serikat terus mengancam akan melakukan aksi militer. Bahkan duta besar masih menghadiri berbagai acara peresmian, resepsi dan acara resmi lainnya. Kelihatannya mereka rileks saja, mungkin sudah biasa, tambahnya. Dachlan sendiri belum mendapat perintah dari Jakarta untuk mengosongkan kedutaan. Sehingga dia bertahan di Baghdad. Sementara perwakilan negara-negara lain di Irak juga mengevakuasi warganya. Namun telah ada pertemuan dan kesepakatan di antara perwakilan tersebut untuk meninggalkan Irak secara bersama jika kondisi keamanan tidak terjamin. Masak kita pergi duluan, kan malu sama yang lain, cetusnya Pemerintah Irak sendiri, dalam beberapa hari terakhir membagi-bagikan makanan secara gratis kepada rakyat. Makanan ini sebagai persiapan logistik selama tiga bulan dalam antisipasi dampak perang. Sementara, ratusan wartawan dari berbagai media di penjuru dunia mulai berdatangan ke negeri yang di masa lalu sempat diperintah Khalifah Harun Arrasyid ini.(Adek Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.