Bom Meledak, 14 Warga Sipil Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Wakil Gubernur Mohammad Kazim Allahyar, Provinsi Ghazni, Afganistan hangus terbakar akibat bom bunuh diri. (bbc)

    Mobil Wakil Gubernur Mohammad Kazim Allahyar, Provinsi Ghazni, Afganistan hangus terbakar akibat bom bunuh diri. (bbc)

    TEMPO Interaktif, Kabul - Bom kembali meledak di Afghanistan. Empat belas warga sipil Afghanistan, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas saat minibus mereka melewati bom yang ditanam di pinggir jalan di provinsi Helmand selatan. 

    Menurut juru bicara Provinsi Helmand bom Dawood Ahmady, bom tersebut ditanam oleh Taliban. Bom itu meledak di kawasan ramai yakni di Nashr-e Saraj. Selain menewaskan 14 0rang, empat orang warga sipil lainnya terluka. 

    Taliban telah menggunakan bom tanam untuk membunuh ratusan tentara dan polisi. Wartawan BBC Bilal Sarwary di Kabul mengatakan bom itu meledak  tidak jauh dari sebuah pangkalan Tentara Nasional Afghanistan.

    Presiden Hamid Karzai mengucapkan turut berduka kepada para keluarga korban. “Membunuh warga Afghanistan yang tidak bersalah dan meletakkan bom di jalan raya adalah pekerjaan orang bodoh dan liar," ujarnya. 

    Taliban belum berkomentar soal tudingan pemerintah atas bom tersebut.

    Pasukan Bantuan Keamanan Internasional NATO lebih dulu mengeluarkan pernyataan soal ledakan ini. Mereka mengatakan ledakan itu telah menewaskan lebih dari 10 orang.

    Kekerasan ini adalah yang paling buruk di Afghanistan sejak invasi pimpinan Amerika tahun 2001, dengan warga sipil yang sering menerima pukulan berat.

    Sementara lebih dari 700 tentara asing dicatat tewas tahun ini di Afghanistan, PBB mengatakan lebih dari 2.400 warga sipil tewas dalam konflik selama 10 bulan pertama tahun ini.

    BBC | MARIA C | PGR 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.