Tentara Gabungan akan Tetap di Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Baghdad:Tentara gabungan yang dipimpin oleh AS akan tetap di Irak meskipun sudah dilakukan serah terima kekuasaan kepada orang Irak akhir Juni 2004. Demikian kata pejabat pemerintah Minggu (16/11).

    Seorang pejabat Inggris mengatakan, persetujuan baru yang memperlihatkan jadwal untuk Irak ditandatangani oleh AS dan Dewan Pemerintahan Irak. Pejabat pemerintah juga mengatakan, kedua pihak bisa menyetujui bahwa tentara tinggal selama satu tahun, dengan mempertimbangkan situasi keamanan.

    Persetujuan pengalihan kekuasaan, dikatakan Dewan Pemerintahan dan Otoritas Sementara Koalisi, akan pasti dilakukan akhir Maret 2004.

    Anggota Dewan Pemerintahan mengatakan, pasukan yang dipimpin oleh AS tetap diperlukan sampai kepolisian dan tentara Irak bisa menjamin keamanan. Kehadiran mereka sampai suatu saat nanti tidak akan melanggar kedaulatan Irak. "Semua angkatan perang yang dipimpin oleh AS tidak akan benar-benar meninggalkan Irak sebelum kesepakatan yang dibuat dilaksanakan sepenuhnya, dan memilih format pemerintahan," kata anggota dewan Kurdi Mahmud Osman.

    Sementara itu, sumbangan kepada korban di Irak datang datang dari Italia. Pendapatan yang akan diperoleh dari pertandingan Sepakbola persahabatan antara Italia dan Romania rencananya disumbangkan kepada beberapa keluarga polisi Italia di Irak yang meninggal akibat serangan bom di Irak minggu ini.

    Pelatih Italia Giovanni Trappattoni telah meminta agar para pengemar sepakbola untuk memenuhi Stadion Ancona sebagai bentuk penghormatan bagi 19 korban ledakan bom, Rabu minggu lalu, di Nasiriyah. Korban tersebut terdiri dari 12 polisi Carabinieri, lima tentara, dan dua orang sipil, yang semuanya warga negara Italia. “Dengan mengusahakan untuk datang ke stadion berarti telah menunjukkan perasaaan simpati bagi keluarga korban di Nasiriyah,” kata Trappattoni.

    Jika terisi penuh stadion di Ancona tersebut memiliki kapasitas tempat duduk 20.000 dan akan menghasilkan 300.000 euro.

    AFP/Putri A. dan M. Fasabeni - Tempo News Room


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.