Dewan Keamanan PBB Bahas Resolusi Iran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Haraz N. Ghanbari

    AP Photo/Haraz N. Ghanbari

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan Amerika, Rusia, dan Cina telah menyetujui rancangan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberikan sanksi lebih lanjut kepada Iran.

    Ketika berbicara di Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika, Hillary Clinton mengatakan rancangan resolusi itu diedarkan kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB Selasa. "Pengumuman ini merupakan jawaban meyakinkan atas upaya-upaya Teheran selama beberapa hari terakhir," kata Clinton.

    Pengumuman itu mempunyani arti penting, yang dikeluarkan sehari setelah Turki, Iran, dan Brasil mencapai kesepakatan terkait pertukaran bahan bakar nuklir. Mereka mengatakan dengan kesepakatan itu maka PBB tidak perlu menjantuhkan sanksi baru terhadap Iran.

    Cina sebelumnya mendukung perjanjian Iran dengan Turki dan Brasil. Turki bisa menjadi tempat untuk menyimpan uranium 3,5% milik Iran. Pengumuman Clinton itu merupakan jawaban atas upaya Iran pada menit-menit terakhir guna menghindari sanksi baru. Menlu Amerika mengatakan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB telah menyetujui sanksi baru yang lebih ketat terhadap Iran.

    Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, yang membantu merundingkan kesepakatan, menyerukan kepada dunia untuk mendukung perjanjian. Dia juga memperingatkan bila Iran tidak mengirimkan uranium dalam waktu satu bulan maka Iran akan ditinggalkan sendirian.

    Sebelumnya, kementerian luar negeri Iran mengatakan negeri itu siap mengirim 1.200 kg uranium dengan pengayaan rendah ke Turki untuk kemudian ditukar dengan bahan bakar reaktor.

    "Turki bisa menjadi tempat untuk menyimpan uranium 3,5% milik Iran," kata juru bicara departemen luar negeri Iran Ramin Mehmanparast. Ramin mengatakan Iran akan melaporkan perkembangan ini kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam sepekan.


    BBC | ANGIOLA HARRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.