11 Gubernur dari Amerika Serikat, Indonesia dan Brasil, Desak Presidennya Pro Hutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Tiga gubernur dari Amerika Serikat dan delapan pemimpin setingkat provinsi atau negara bagian dari Brasil dan Indonesia, telah menyepakati sebuah draf memorandum bersama, yang meminta para Presiden dari ketiga negara tersebut agar pro masalah hutan, dalam pertemuan pakta perubahan iklim global di Copenhagen, Denmark, Desember mendatang.

    Menurut isi memorandum, ke-11 provinsi/negara bagian tersebut, mendesak pemerintah nasional mereka lebih sadar akan peran hutan dalam mengatasi masalah pemanasan global. Draf ini telah mereka bahas sejak November 2008.

    Di dalam Protokol Kyoto, masalah emisi gas rumah kaca yang diakibatkan oleh kerusakan hutan, merupakan salah satu bab yang disepakati dalam protokol, namun kurang mendapatkan perhatian, jika dibandingkan dengan masalah pengurangan emisi melalui mekanisme pengaturan industri dan perdagangan. Sehingga kerusakan hutan hingga kini terus menerus terjadi, terutama di hutan-hutan tropis yang kian menciut. "Harus ada perubahan," ujar salah satu bagian dari isi memorandum," hutan harus memainkan peran penting dalam (perhatian) usaha mengatasi pemanasan global."

    Gubernur California, Arnold Schwarzenegger, mewakili rekan-rekannya, yang membacakan memorandum itu secara resmi, Sabtu (3/10) pagi ini di Amerika Serikat. Selain Arnold, memorandum itu ditandangani oleh Gubernur Wisconsin, Jim Doyle, Gubernur Illinois Pat Quinn; Kepala Negara Bagian Amapa, Amazon, Mato Grosso, Para dan Acre di Brasil; dan Gubernur Provinsi Aceh, Kalimantan Timur, dan Papua di Indonesia.

    Memorandum ini rencananya akan diserahkan kepada pemimpin ketiga negara, yaitu Presiden Barak Obama, Presiden Luiz Ignacio Lula da Silva, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    NEW YORK TIMES l WAHYUANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.