Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Unjuk Rasa Tuntut Netanyahu Mundur di Israel, Profil PM Israel Lahir di Tel Aviv dan Dibesarkan di Yerusalem

image-gnews
PM Israel Benyamin Netanyahu dan istrinya, Sara. REUTERS
PM Israel Benyamin Netanyahu dan istrinya, Sara. REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan ribu pengunjuk rasa kembali mengibarkan bendera Israel dan meneriakkan slogan-slogan yang menentang pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv, pada Sabtu, 22 Juni 2024. 

Dilansir dari Aljazeera, beberapa pengunjuk rasa melakukan aksi dengan menggeletakkan diri di tanah. Mereka memprotes kepemimpinan Netanyahu dengan menyatakannya sebagai matinya demokrasi. Salah satu orasi dari mantan Kepala Badan Keamanan Domestik Israel Shin Bet, Yuval Diskin, mengecam Netanyahu sebagai perdana menteri terburuk Israel.

Protes besar terjadi di kota-kota Israel setiap minggu yang memprotes cara Netanyahu menangani perang. Protes ini telah berlangsung hampir sembilan bulan di Gaza yang dimulai oleh serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan.

Mereka menuntut pemilihan umum baru dan pengembalian sandera yang ditahan di Gaza. Banyak pengunjuk rasa memegang poster bertuliskan “Menteri Kejahatan” dan “Hentikan Perang”. 

Salah seorang pengunjuk rasa menyebutkan, “Saya sangat berharap pemerintah runtuh. Jika kita memilih tanggal pemilu semula pada 2026, maka pemilu tersebut tidak akan menjadi pemilu yang demokratis.”

Profil Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu adalah mantan komando, diplomat, dan politisi pasukan khusus Israel. Ia adalah perdana menteri Israel yang paling lama menjabat. Ia lahir pada 21 Oktober 1949 di Tel Aviv dan dibesarkan di Yerusalem.

Mengacu jewishvirtuallibrary.org, pada 1967, ketika berusia 18 tahun, Benjamin Netanyahu atau dipanggil Bibi memenuhi kewajiban militernya di Pasukan Pertahanan Israel sebagai sukarelawan unit komando elit. Selama dinasnya, ia berpartisipasi dalam sejumlah operasi berani. Namun, setelah 6 bertugas dan mencapai pangkat kapten usai Perang yom Kippur, ia diberhentikan. Kemudian, ia belajar di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston mengambil arsitektur dan manajemen dengan dua gelar berbeda. Ia juga belajar ilmu politik di MIT dan Universitas Harvard. 

Netanyahu memprakarsai dan menyelenggarakan dua konferensi internasional tentang cara memerangi terorisme internasional pada 1979 di Yerusalem dan pada 1984 di Washington D.C.. Ia juga sempat bergabung dengan misi diplomatik Israel di AS sebagai Wakil Kepala Misi di bawah Duta Besar Moshe Arens. Lalu, pada 1984, ia ditunjuk sebagai duta besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama empat tahun. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Setelah kembali ke Israel pada 1988, Netanyahu memasuki arena politik dan terpilih sebagai Anggota Knesset dari Partai Likud dan diangkat menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. Setelah itu, ia terpilih sebagai Ketua Likud. Pada 1996, ia menjadi Perdana Menteri ke-13 yang termuda di Israel. Selanjutnya, ia menjabat sebagai konsultan bisnis perusahaan teknologi tinggi Israel.

Kemudian, ia kembali ke politik menjadi Menteri Luar Negeri (2002-2003) dan Menteri Keuangan (2003-2005). Lalu, secara tidak terduga, ia mengundurkan diri. 

Pada pemilihan Februari 2009, Partai Likud Netanyahu memenangkan kursi terbanyak kedua. Kemenangan Netanyahu dikaitkan dengan sejumlah faktor. Salah satunya adalah ketajaman politiknya dan kecerdasan kampanyenya.

Pada Agustus 2022, ia ditunjuk menengahi kesepakatan Partai Zionisme Agama Bezalel Smotrich dengan Otzma Yehudit Itamar Ben Gvir. Setelah itu, ia diberi mandat untuk membentuk pemerintahan baru. Partai Zionisme Religius secara mengejutkan memenangkan 14 kursi yang memberinya kekuatan mendikte persyaratan kepada Netanyahu. 

Pada kehidupan pribadinya, Benjamin Netanyahu telah menikah tiga kali. Pernikahan pertamanya dengan Miriam Weizmann yang memiliki satu anak perempuan, Noa (lahir 29 April 1978). Pernikahan kedua dengan Cates pada 1981 dan bercerai pada 1984.

Lalu, pernikahan ketiga dengan Sara Ben-Artzi pada 1991. Meskipun mengaku sempat berselingkuh dengan Ruth Bar, tetapi ia dan Sara lebih memilih memperbaiki pernikahannya. Kemudian, pada Juli 2023, ia menanam alat pacu jantung di dadanya seminggu usai dirawat di rumah sakit karena dehidrasi.

MICHELLE GABRIELA  | RACHEL FARAHDIBA R  | NABILLA AZZAHRA | ALJAZEERA

Pilihan Editor: Unjuk Rasa Besar-besaran Anti-Netanyahu Terjadi di Tel Aviv, Apa Tuntutan Mereka?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Turki Sebut Israel Harus Dihukum agar Kekejaman di Gaza Tidak Ditiru

24 menit lalu

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyapa pendukungnya di Istanbul, Turki, 24 Juni 2018. Kemenangan di atas 50 persen membuat Erdogan tak perlu lagi bertarung di putaran kedua untuk mempertahankan kursi presiden sejak 2014. REUTERS/Alkis Konstantinidis
Turki Sebut Israel Harus Dihukum agar Kekejaman di Gaza Tidak Ditiru

Israel harus menerima hukuman atas tindakannya yang cukup berat di Gaza agar pihak lain tidak meniru


Netanyahu: Israel Tetap Sekutu AS Siapa Pun Presidennya

2 jam lalu

Presiden AS Joe Biden telah menunjukkan dukungan yang teguh terhadap keamanan Israel selama lebih dari setengah abad dalam kehidupan publik. Dalam foto ini, Biden menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, saat ia mengunjungi Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023. REUTERS/Evelyn Hockstein
Netanyahu: Israel Tetap Sekutu AS Siapa Pun Presidennya

Netanyahu menyatakan Israel dan AS tetap merupakan sekutu tak peduli siapa pun presiden yang terpilih nanti.


Kemlu: Indonesia akan Ajak Masyarakat Internasional Tindaklanjuti Fatwa Hukum ICJ

5 jam lalu

Ahli hukum Inggris Malcom Shaw dan penasihat hukum Kementerian Luar Negeri Israel Tal Becker menyaksikan hakim di Mahkamah Internasional (ICJ) mendengarkan permintaan tindakan darurat dari Afrika Selatan, yang meminta pengadilan memerintahkan Israel menghentikan aksi militernya di Gaza dan menghentikan tindakan genosida yang dilakukan terhadap warga Palestina selama perang dengan Hamas di Gaza, di Den Haag, Belanda, 11 Januari 2024. REUTERS/Thilo Schmuelgen
Kemlu: Indonesia akan Ajak Masyarakat Internasional Tindaklanjuti Fatwa Hukum ICJ

Indonesia bakal mengajak komunitas internasional menindaklanjuti fatwa hukum ICJ tentang Israel di Palestina.


Erdogan Marah Besar Usai Dituding Israel Sediakan Senjata untuk Hamas

7 jam lalu

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara saat konferensi pers dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis (tidak terlihat) di Istana Kepresidenan di Ankara, Turki, 13 Mei 2024. REUTERS/Umit Bektas
Erdogan Marah Besar Usai Dituding Israel Sediakan Senjata untuk Hamas

Erdogan meradang usai disebut Israel mendanai Hamas dalam perang di Gaza.


Setelah Houthi, Kini Hizbullah Hujani Israel dengan Roket dan Drone

9 jam lalu

Roket yang diluncurkan dari Lebanon ke Israel melewati perbatasan, di tengah permusuhan lantara Hizbullah dan pasukan Israel, di sisi Israel 27 Juni 2024. REUTERS/Ayal Margolin
Setelah Houthi, Kini Hizbullah Hujani Israel dengan Roket dan Drone

Hizbullah dan Israel kembali saling menyerang setelah gudang senjata di Lebanon ditembak.


Rumah Sakit Al-Aqsa di Gaza Alami Kelangkaan Bahan Bakar yang Bisa Mengancam Nyawa

12 jam lalu

Sejumlah warga melakukan salat jenazah pada warga Palestina yang tewas selama serangan militer Israel dan dimakamkan di rumah sakit Nasser, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 21 April 2024. REUTERS/Ramadan Abed
Rumah Sakit Al-Aqsa di Gaza Alami Kelangkaan Bahan Bakar yang Bisa Mengancam Nyawa

Berhentinya ruang operasi sama seperti "hukuman mati" bagi ratusan pasien di rumah sakit


Houthi Bersumpah Balas Serangan Balik Israel di Yaman Barat

1 hari lalu

Detik-detik drone Houthi terbang di atas gedung dan meledak di tengah Kota Tel Aviv, Israel, Jumat malam, 19 Juli 2024.
Houthi Bersumpah Balas Serangan Balik Israel di Yaman Barat

Israel menyerang balik Houthi di Yaman Barat. Serangan ini menewaskan 3 orang dan melukai puluhan lainnya.


Kecolongan Drone Houthi, Israel Balas Serang Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman

1 hari lalu

Ledakan di pelabuhan Al-Hudaydah, Yaman saat diserang pesawat tempur Israel pada 20 Juli 2024. Foto Angkatan Bersenjata Yaman
Kecolongan Drone Houthi, Israel Balas Serang Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman

Drone Houthi berhasil menyusup masuk dan meledak di Tel Aviv, Israel. IDF membalas dengan menyerang Yaman.


Di Tengah Gempuran Israel, Atlet Palestina Menuju Olimpiade Paris

1 hari lalu

Calon perenang Olimpiade Palestina, Yazan Al Bawwab, berenang saat sesi latihan di Dubai, Uni Emirat Arab, 13 Juni 2024. REUTERS/Amr Alfiky
Di Tengah Gempuran Israel, Atlet Palestina Menuju Olimpiade Paris

Kehadiran atlet Palestina di Olimpiade Paris sudah menjadi kemenangan besar bagi tim di tengah serangan brutal Israel ke Gaza dan Tepi Barat


Top 3 Dunia: 4.400 Penerbangan Batal Hingga Houthi Serang Kapal Kontainer Singapura

1 hari lalu

Penumpang AirAsia menunggu untuk check-in secara manual di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur, setelah pemadaman sistem IT Global, di Sepang, Malaysia, 19 Juli 2024. REUTERS/Hasnoor Hussain
Top 3 Dunia: 4.400 Penerbangan Batal Hingga Houthi Serang Kapal Kontainer Singapura

Berita Top 3 Dunia pada Sabtu 20 Juli 2024 diawali oleh kabar sedikitnya 4.400 penerbangan global dibatalkan akibat pemadaman internet global.