Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Gejolak Demonstrasi Paramedis di Korea Selatan, Giliran Dokter Senior dan Profesor Memprotes

image-gnews
Para dokter saat protes terhadap rencana penerimaan lebih banyak siswa ke sekolah kedokteran, di depan Kantor Kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, 22 Februari 2024. REUTERS/Kim Soo-Hyeon
Para dokter saat protes terhadap rencana penerimaan lebih banyak siswa ke sekolah kedokteran, di depan Kantor Kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, 22 Februari 2024. REUTERS/Kim Soo-Hyeon
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Korea Selatan mengeluarkan kebijakan baru untuk jurusan kedokteran. Kuota penerimaan mahasiswa akan bertambah menjadi 2.000 penerima kedepannya. Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra.

Penambahan kuota untuk mahasiswa kedokteran ditetapkan berdasarkan peristiwa krisisnya profesi dokter untuk memenuhi pelayanan kesehatan seluruh masyarakat di Korea Selatan.

Semakin sedikitnya dokter untuk menunjang pelayanan kesehatan juga dikarenakan populasinya yang semakin menua. Pemerintah juga sudah memperkirakan kedepannya akan terjadi kelangkaan tenaga medis seperti dokter.

Namun, para dokter dan profesor lainnya menganggap kebijakan ini tidak akan menyelesaikan masalah terkait sistem pelayanan kesehatan dan justru akan menurunkan kualitasnya. 

“Sikap mereka adalah kekurangan dokter tidak menjadi masalah saat ini dan sebaliknya, mereka memerlukan perubahan jam kerja, yang jauh lebih lama dari rata-rata,” kata Rob York, direktur urusan regional di lembaga penelitian kebijakan luar negeri. Forum Pasifik, Kamis, 20 Juni 2024.

 Profesor kesehatan, ekonomi dan kebijakan Soonman Kwon dari Universitas Nasional Seoul adanya kebijakan tersebut menunjukan parahnya defisit dokter di negara tersebut. Ia menyarankan untuk mengkaji ulang kebijakan setidaknya soal jumlah kuota.

“Meskipun masyarakat mendukung rencana tersebut, peningkatan sebesar itu – 2.000 – terlalu berlebihan. Sekitar 1.000 atau kurang mungkin lebih masuk akal,” kata Prof Kwon kepada program East Asia Tonight CNA pada hari Selasa, 18 Juni 2024.

Kemudian, KMA selaku organisasi kedokteran negara tersebut tidak bisa melakukan kompromi dengan baik dengan kebijakan pemerintah yang mungkin akan mendistribusikan dokter sesuai daerah yang membutuhkan.

“Masalah utamanya adalah KMA selama ini bandel. Mereka tidak bersedia mengubah posisi mereka secara keseluruhan dan tidak bersedia melakukan negosiasi mengenai masalah ini,” kata York. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Disisi lainnya, para dokter akademisi juga mengkritisi keputusan pemerintah. Merek mengatakan keputusan tersebut tidak sah karena Menteri Kesehtan Korea Selatan tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kuota penerimaan mahasiswa baru. 

Terlebih, keputusan tersebut juga tidak melakukan kesepakatan antara Kementerian Kesehatan dengan pihak universitas dan pihak lainnya yang bersangkutan. Proses tersebut dinilai sebagai pelanggaran terhadap proses hukum yang dijamin oleh konstitusi. 

Akibat peristiwa mogok kerja oleh para dokter selama berbulan-bulan, Menteri Kesehatan Korea Selatan Cho Kyoo-hong mengatakan pemerintah akan memberikan sanksi bagi pelaku mogok kerja ilegal tersebut.

“Pemerintah tetap kukuh pada prinsipnya melawan tindakan kolektif ilegal yang dilakukan oleh para dokter magang,” kata Cho pada pertemuan tanggapan pemerintah.

Ia juga mengatakan akan melakukan oenyelidikan lapangan terkait mogok kerja para dokter. “Pemerintah bermaksud melakukan penyelidikan di lapangan untuk menemukan pelanggaran, yang akan diikuti dengan tanggapan berdasarkan hukum dan prinsip,” kata Wakil Menteri Kesehatan Kedua Park Min-soo kepada wartawan.

Peringatan atau sanksi yang akan diberikan berupa penangguhan izin dokter peserta pelatihan selama satu tahun. Selain itu, bagi beberapa kasus tertentu bahkan dapat menghadapi hukuman tiga tahun penjara atau denda sebesar 30 juta won (Rp 353 juta), akibat tidak mematuhi perintah tersebut. 

CHANNEL NEWS ASIA | ANTARA
Pilihan editor: Presiden Korea Selatan Deklarasikan Darurat Demografis

 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Demonstrasi di Bangladesh: Pengerahan Militer dan Jam Malam hingga Disoroti Kepala HAM PBB

1 hari lalu

Pengunjuk rasa anti-kuota berbaris saat  terlibat dalam bentrokan dengan Liga Chhatra Bangladesh, sayap mahasiswa dari partai berkuasa Liga Awami Bangladesh, di Universitas Dhaka, di Dhaka, Bangladesh, 16 Juli 2024. REUTERS/ Mohammad Ponir Hossain
Demonstrasi di Bangladesh: Pengerahan Militer dan Jam Malam hingga Disoroti Kepala HAM PBB

Beberapa hari belakangan, Bangladesh menjadi sorotan dunia karena aksi demonstrasi besar-besaran


Korea Utara Kirim Lagi Balon Sampah ke Korsel, Sudah 100 Lebih Penerbangan Terganggu

1 hari lalu

Sebuah balon yang diyakini dikirim oleh Korea Utara, membawa berbagai benda termasuk benda yang tampak seperti sampah, terlihat di sebuah taman di Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2024. Yonhap via REUTERS
Korea Utara Kirim Lagi Balon Sampah ke Korsel, Sudah 100 Lebih Penerbangan Terganggu

Korea Utara kembali mengirim balon sampah ke Korea Selatan, murka siaran propaganda dan USB isi K-Pop.


Sudah Bisa Digunakan di 9 Negara, Begini Cara Melakukan Transaksi dengan QRIS Antarnegara

4 hari lalu

Hadirnya QRIS di Indonesia membawa dampak yang  sangat baik terutama bagi para pelaku usaha. Apa itu QRIS dan apa manfaatnya? Ini penjelasannya. Foto: Canva
Sudah Bisa Digunakan di 9 Negara, Begini Cara Melakukan Transaksi dengan QRIS Antarnegara

Dengan QRIS antarnegara, transaksi antarnegara tidak perlu lagi mengkonversi atau menukarkan mata uang lagi saat berbelanja di negara yang dikunjungi.


Bekas Pejabat CIA Disuap Tas Mewah, Bocorkan Rahasia ke Korsel

4 hari lalu

Bendera AS dan Korea Selatan. REUTERS
Bekas Pejabat CIA Disuap Tas Mewah, Bocorkan Rahasia ke Korsel

AS mendakwa seorang perempuan eks pejabat CIA karena membocorkan rahasia ke Korea Selatan.


Profil KAIST, Kampus Xaviera Putri yang Ikut Clash of Champions

5 hari lalu

 Xaviera Putri. Foto: Instagram.
Profil KAIST, Kampus Xaviera Putri yang Ikut Clash of Champions

Profil Korean Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), kampus Xaviera Putri


12 Tahun PSY dan Gangnam Style Mendunia, Videonya Ditonton Lebih 5 Miliar Kali, Berikut Liriknya

6 hari lalu

Rapper Korea Selatan Psy saat tampil membawakan lagu hitnya
12 Tahun PSY dan Gangnam Style Mendunia, Videonya Ditonton Lebih 5 Miliar Kali, Berikut Liriknya

Pada 12 tahun lalu, dunia diramaikan dengan lagu Gangnam Style milik PSY yang sangat populer. Ini lirik lengkapnya.


Serba-serbi Taeyang Menjelang Konser Solo

6 hari lalu

Taeyang Big Bang. ALLKPOP
Serba-serbi Taeyang Menjelang Konser Solo

Solois dan anggota grup K-Pop BigBang, Taeyang akan mengadakan konser solo di Seoul, Korea Selatan setelah jeda tujuh tahun


Diplomat Korea Utara Bawa Istri dan Anaknya Membelot ke Korsel

6 hari lalu

Selebaran anti-Korea Utara yang dirancang oleh kelompok aktivis yang berbasis di Seoul untuk dibawa dengan balon melintasi wilayah Korea Utara, saat berada di Seoul, Korea Selatan, 3 Juni 2024. Kelompok yang memiliki sekitar 30 anggota inti dan didanai oleh keuangan serta sumbangan anggotanya sendiri, sebelumnya tidak merinci kegiatannya kepada media. REUTERS/Kim Hong-Ji
Diplomat Korea Utara Bawa Istri dan Anaknya Membelot ke Korsel

Pembelot yang tertangkap menghadapi ancaman hukuman mati dan pemerintah Korea Utara. Lalu mengapa mereka membelot?


QRIS Bisa Dipakai di Korea, Hasil Kerja Sama BI dan Bank of Korea

7 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. TEMPO/Tony Hartawan
QRIS Bisa Dipakai di Korea, Hasil Kerja Sama BI dan Bank of Korea

Bank Indonesia dan Bank of Korea meneken kerja sama untuk pembayaran berbasis kode Quick Response atau QR. QRIS bakal bisa dipakai di Korea Selatan.


5 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Tingkatkan Ranking Kesehatan Indonesia

8 hari lalu

Ilustrasi dokter kulit memeriksa pasien. Foto: Freepik.com/Kroshka_Nastya
5 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Tingkatkan Ranking Kesehatan Indonesia

Untuk tingkatkan ranking kesehatan Indonesia, ahli menyarankan untuk fokus perbaikan layanan promotif preventif.