Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

PM Anwar Ibrahim: Malaysia akan Mulai Proses Bergabung dengan BRICS

image-gnews
Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim melambaikan tangan sebelum naik mobil setelah keluar dari Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras, Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2018. Anwar sebenarnya harus menjalani hukuman penjara selama 5 tahun karena dianggap terbukti melakukan sodomi. REUTERS/Lai Seng Sin
Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim melambaikan tangan sebelum naik mobil setelah keluar dari Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras, Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2018. Anwar sebenarnya harus menjalani hukuman penjara selama 5 tahun karena dianggap terbukti melakukan sodomi. REUTERS/Lai Seng Sin
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan Malaysia telah memutuskan untuk mengajukan keanggotaan ke dalam blok geopolitik BRICS dan akan segera memulai proses pendaftaran resmi, seperti dilansir media negara tetangga itu pada Senin, 18 Juni 2024. Anwar mengatakan ia sedang menunggu masukan dari pemerintah Afrika Selatan, dan juga mendiskusikan hal ini dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.

“Kami telah membuat kebijakan kami dengan jelas dan kami telah mengambil keputusan. Kami akan segera memulai proses formal,” kata Anwar dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Cina, Guancha, seperti dikutip oleh The Sun.

Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia membenarkan ucapan PM tersebut, namun menambahkan pemerintah Malaysia belum memutuskan proses lebih lanjut.

Dia mengatakan posisi geografis negara tersebut merupakan faktor kunci, karena potensi keanggotaan Malaysia dalam BRICS memiliki kepentingan strategis. Malaysia terletak di sepanjang Selat Malaka, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Hindia antara Malaysia dan pulau Sumatra di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia Zafrul Abdul Aziz mengatakan Malaysia terbuka untuk bergabung dengan BRICS karena keanggotaan itu dapat mendatangkan berbagai keuntungan ekonomi.

“Kami menunggu untuk memulai diskusi lebih lanjut mengenai BRICS sebagaimana disebutkan Perdana Menteri Anwar Ibrahim,” kata Zafrul di acara peresmian pabrik Chery Malaysia di Shah Alam, seperti dikutip Bernama.

BRICS merupakan sebuah organisasi antarpemerintah yang dibentuk pada 2006. Awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India dan Cina, BRICS kemudian diikuti Afrika Selatan setahun setelah konferensi tingkat tinggi (KTT) pertamanya pada 2009. Negara-negara lain yang baru-baru ini telah bergabung dengan BRICS adalah Etiopia, Iran, Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Awal bulan ini, Duta Besar Rusia untuk Cina Igor Morgulov mengatakan sekitar 30 negara telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan BRICS, termasuk Thailand, Sri Lanka dan Vietnam. Menulis di kolom opini South China Morning Post, dubes itu berkata BRICS sedang menggodok kategori negara mitra dan menjangkau negara-negara non-BRICS melalui mekanisme dialog.

Anwar menyebutkan bahwa dia telah mengangkat masalah ini dalam pertemuan baru-baru ini dengan presiden Brasil, yang akrab disapa Lula. “Barat ingin mengontrol wacana di dunia, tapi kita tidak bisa lagi menerimanya karena mereka bukan lagi kekuatan kolonial dan negara-negara merdeka seharusnya bebas berekspresi,” katanya, seperti dikutip The Sun.

“Dunia tidak lagi unipolar, dan kebangkitan BRICS dan Cina telah memberikan secercah harapan bahwa terdapat checks and balances (saling kontrol dan menyeimbangkan) di dunia,” ujarnya.

KTT BRICS 2024 dijadwalkan pada Oktober 2024 mendatang di Kazan, Rusia, dipimpin oleh Moskow yang telah mengepalai organisasi tersebut sejak Januari. Sebelumnya, pertemuan menteri luar negeri BRICS telah diadakan pada 10 – 11 Juni di Nizhny Novgorod, Rusia.

THE SUN | BERNAMA

Pilihan editor: Pertunjukan Daring: Gamelan, Bondres Bali, dan Nasib Pertunjukan Seni Tradisi

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Menjelajahi Kekayaan Budaya dan Kuliner Malaysia Lewat Serial Perjalanan

17 jam lalu

Perjalanan Justin Bratton dan Selina Lo di Malaysia dalam travelogue Unfading Memories. dok. AXN
Menjelajahi Kekayaan Budaya dan Kuliner Malaysia Lewat Serial Perjalanan

Serial perjalanan Unfading Memoirs, menyajikan perjalanan menarik di Malaysia, dari Sarawak, Sabah, Kuala Lumpur hingga Penang


8 Negara Paling Aman di Dunia, Didominasi Negara di Eropa

3 hari lalu

Negara paling aman di dunia, Islandia. Foto: Canva
8 Negara Paling Aman di Dunia, Didominasi Negara di Eropa

Berdasarkan laporan Global Peace Index, berikut ini deretan negara paling aman di dunia. Umumnya didominasi oleh negara-negara di Eropa.


7 Negara Tersepi di Dunia Berdasarkan Jumlah Penduduk

3 hari lalu

Negara tersepi di dunia, Vatikan. Foto: Canva
7 Negara Tersepi di Dunia Berdasarkan Jumlah Penduduk

Bagi Anda yang menyukai ketenangan, sepertinya cocok untuk berkunjung ke negara tersepi di dunia. Negara ini memiliki jumlah penduduk yang sedikit.


UMKM Mitra Binaan Pertamina Ini Ekspor Perdana 2,5 Ton Kerupuk Kulit Ikan Patin ke Malaysia

4 hari lalu

Ekspor perdana kerupuk kulit ikan patin dilakukan CV Raja Patin Indonesia, mitra binaannya Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Foto Istimewa
UMKM Mitra Binaan Pertamina Ini Ekspor Perdana 2,5 Ton Kerupuk Kulit Ikan Patin ke Malaysia

Pemilik CV Raja Patin Indonesia, Tri Handayani, panjang lebar menceritakan hingga bisa melakukan ekspor perdana kerupuk kulit ikan patin ke Malaysia.


Putus Hubungan dengan ECOWAS, Mali, Burkina Faso, dan Niger Bentuk Konfederasi Sendiri

6 hari lalu

Anggota unit medis militer Prancis membawa seorang tentara yang terluka menuju helikopter NH 90 Caiman di Inaloglog, Mali. Gambar diunggah Reuters, 24 Oktober 2017.[REUTERS / Benoit Tessier]
Putus Hubungan dengan ECOWAS, Mali, Burkina Faso, dan Niger Bentuk Konfederasi Sendiri

Mali, Burkina Faso, dan Niger memastikan pembentukan konfederasi yang menandai putusnya hubungan ketiga negara dengan ECOWAS


Setelah Prancis dan Skotlandia, Dior Spa Hadir di Eastern & Oriental Express

6 hari lalu

Gerbong observasi Eastern & Oriental Express. dok. Belmond Train
Setelah Prancis dan Skotlandia, Dior Spa Hadir di Eastern & Oriental Express

Eastern & Oriental Express melengkapi rangkaian kereta mewah dengan pengalaman spa dari Dior


Dua Perjalanan Eastern & Oriental Express Ajak Wisatawan Menjelajahi Lanksap Malaysia

6 hari lalu

Eastern & Oriental Express. dok. Belmond Train
Dua Perjalanan Eastern & Oriental Express Ajak Wisatawan Menjelajahi Lanksap Malaysia

Sepanjang perjalanan Eastern & Oriental Express mengajak wisatawan melihat panorama hutan hujan tropis, sungai, area persawahan, laut hingga kuil


Sensasi Mendebarkan Meniti Jembatan Gantung Setinggi 25 Meter di Hutan Mulu Sarawak Malaysia

7 hari lalu

Meniti jembatan gantung Canopy Walk di atas hutan Mulu Sarawak, Malaysia, Rabu 3 Juli 2024. TEMPO / JONIANSYAH HARDJONO
Sensasi Mendebarkan Meniti Jembatan Gantung Setinggi 25 Meter di Hutan Mulu Sarawak Malaysia

Jembatan gantung ini menghubungkan pohon-pohon raksasa yang berada di tengah hutan hujan Gunung Mulu, Sarawak, Malaysia.


Ibu Revi Cahya Sulihatun Cerita Tujuan Anaknya ke Osaka: Dapat Tawaran Kerja di Restoran dan Kursus Bahasa 1 Bulan

8 hari lalu

Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images
Ibu Revi Cahya Sulihatun Cerita Tujuan Anaknya ke Osaka: Dapat Tawaran Kerja di Restoran dan Kursus Bahasa 1 Bulan

Tariwiyati bercerita Revi Cahya Sulihatun mendapat tawaran bekerja di restoran di Jepang.


Kronologi Penangkapan WNI di Osaka Akibat Bawa Narkoba 1,5 Kilogram

8 hari lalu

Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
Kronologi Penangkapan WNI di Osaka Akibat Bawa Narkoba 1,5 Kilogram

WNI bernama Revi Cahya Sulihatun ditangkap oleh otoritas Jepang terkait kasus narkoba