Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Serangan 7 Oktober: Apa yang Ditunjukkan Analisis forensik?

Reporter

Editor

Ida Rosdalina

image-gnews
Wisatawan mengunjungi lokasi festival Nova, di mana orang-orang dibunuh dan diculik dalam serangan 7 Oktober oleh Hamas di Reim, Israel selatan, 23 Januari 2024. REUTERS/Alexandre Meneghini
Wisatawan mengunjungi lokasi festival Nova, di mana orang-orang dibunuh dan diculik dalam serangan 7 Oktober oleh Hamas di Reim, Israel selatan, 23 Januari 2024. REUTERS/Alexandre Meneghini
Iklan

TEMPO.CO, JakartaUnit Investigasi Al Jazeera (I-Unit) telah melakukan analisis forensik terhadap serangan 7 Oktober, ketika pejuang Hamas melancarkan serangan ke Israel yang telah mengubah politik Timur Tengah.

Perisitiwa 7 Oktober mengungkap pelanggaran hak asasi manusia yang meluas yang dilakukan oleh pejuang Hamas dan pihak lain yang mengikuti mereka melalui pagar dari Jalur Gaza dan menyusun daftar lengkap orang-orang yang terbunuh.

Klaim Bayi Dipanggang Tidak Benar

Setelah melakukan analisis menyeluruh terhadap semua data yang tersedia, I-Unit menyimpulkan bahwa klaim tentara Israel bahwa mereka menemukan delapan bayi yang terbakar di sebuah rumah di Kibbutz Be’eri tidaklah benar. Analisis menemukan bahwa tidak ada bayi di dalam rumah tersebut, dan 12 orang di dalamnya hampir pasti dibunuh oleh pasukan Israel ketika mereka menyerbu gedung tersebut.

Ini adalah salah satu dari sejumlah insiden di mana polisi dan tentara tampak membunuh warga Israel. I-Unit mengidentifikasi 19 korban seperti itu, namun angka sebenarnya mungkin lebih tinggi. Mereka juga mengidentifikasi 27 tawanan yang tewas di antara rumah mereka dan pagar Gaza dalam keadaan yang belum dapat dijelaskan.

Sulit Membedakan Pria Bersenjata atau Sandera

Rekaman kamera senjata dari helikopter Apache Israel menunjukkan banyak serangan terhadap kendaraan dan individu yang sedang dalam perjalanan kembali ke Gaza.

“Kekhawatiran saya terhadap rekaman ini adalah kami tidak dapat memastikan apakah mereka adalah anggota Hamas atau…. sandera. Dan saya tidak yakin pilot helikopter, atau operator senapan mesin bisa mengetahuinya,” kata Chris Cobb-Smith, seorang veteran tentara Inggris dan peneliti hak asasi manusia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Film ini menampilkan wawancara dengan Yossi Landau, komandan selatan Zaka, sebuah organisasi relawan yang bertugas mengumpulkan jenazah setelah kekerasan 7 Oktober. I-Unit menghadapkan Landau dengan bukti bahwa banyak cerita kekejaman yang disampaikan Zaka kepada media sangat dipertanyakan.

Tidak Cukup Bukti untuk Tuduhan Pemerkosaan

I-Unit juga memeriksa klaim bahwa kekerasan seksual yang meluas telah terjadi pada tanggal 7 Oktober. I-Unit menyimpulkan bahwa meskipun pemerkosaan mungkin saja terjadi, tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan bahwa pemerkosaan terjadi “meluas dan sistematis”.

“Untuk menunjukkan bahwa hal ini tersebar luas dan sistematis, kita memerlukan lebih banyak bukti daripada yang terungkap hingga saat ini dan lebih banyak bukti yang menguatkan daripada yang diungkapkan,” kata Madeleine Rees, sekretaris jenderal Liga Internasional Wanita untuk Perdamaian dan Kebebasan.

AL JAZEERA

Pilihan Editor: Dibatasi Israel, 50.000 Warga Palestina Berhasil Tarawih di Masjid Al Aqsa

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kepala Staf Militer Israel Tuntut Netanyahu Minta Maaf

33 menit lalu

Kepala Staf Angkatan Darat Israel Herzi Halevi. Reuters
Kepala Staf Militer Israel Tuntut Netanyahu Minta Maaf

Sejak dimulainya perang di Gaza, perselisihan antara Netanyahu dan para pemimpin militer telah berulang kali muncul,


Dalam 1 Jam, 57 Warga Gaza Tewas akibat Tiga Serangan Udara Israel

8 jam lalu

Warga Palestina mengais barang-barang yang bisa digunakan di tempat pembuangan sampah, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 15 Juli 2024. REUTERS/Hatem Khaled
Dalam 1 Jam, 57 Warga Gaza Tewas akibat Tiga Serangan Udara Israel

Setidaknya 57 warga Palestina tewas akibat tiga serangan udara Israel di Gaza dalam waktu kurang dari satu jam pada Selasa malam


Update Korban Perang Gaza: 57 Tewas di Selatan dan Tengah Gaza

9 jam lalu

Warga Palestina membawa putrinya pasca serangan udara Israel pada sebuah sekolah PBB yang menampung para pengungsi, di tengah konflik Israel-Hamas, di Nusairat di Jalur Gaza tengah, 14 Juli 2024. REUTERS/Ramadan Abed
Update Korban Perang Gaza: 57 Tewas di Selatan dan Tengah Gaza

Serangan Israel pada 16 Juli 2024, setidaknya menewaskan 57 orang di wilayah selatan dan tengah Gaza.


Top 3 Dunia; Seleb TikTok Tewas di Thailand dan JD Vance Jadi Pendamping Donald Trump di Pilpres AS

10 jam lalu

TikToker Cina, Yan Ruimin.  Xiaohongshu/Ruimi
Top 3 Dunia; Seleb TikTok Tewas di Thailand dan JD Vance Jadi Pendamping Donald Trump di Pilpres AS

Top 3 Dunia, seleb TikTok asal Cina ditemukan tewas di Thailand dalam kondisi dimutilasi setelah hilang dua pekan. Investigasi sedang berlangsung.


Kementerian Luar Negeri Cina Dukung Faksi-faksi Palestina Capai Rekonsiliasi

11 jam lalu

Pejabat Fatah dan Hamas menunggu pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan perwakilan kelompok dan gerakan Palestina sebagai bagian dari pembicaraan intra-Palestina di Moskow pada 12 Februari 2019. [Pavel Golovkin/Pool via Reuters]
Kementerian Luar Negeri Cina Dukung Faksi-faksi Palestina Capai Rekonsiliasi

Kementerian Luar Negeri Cina memastikan mendukung faksi-faksi Palestina dalam mencapai rekonsiliasi dan solidaritas melalui dialog dan konsultasi.


Israel Disebut Siksa Tahanan Palestina untuk Balas Dendam

20 jam lalu

Ahmed Jondeya, seorang warga Palestina yang baru dibebaskan dan ditahan oleh tentara Israel, disambut oleh orang-orang, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Rafah di selatan Jalur Gaza, 2 Mei 2024. REUTERS/Hatem Khaled
Israel Disebut Siksa Tahanan Palestina untuk Balas Dendam

Otoritas Palestina dan kelompok-kelompok HAM Israel melaporkan perlakuan buruk terhadap tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.


Komandan Senior Hamas Tewas dalam Serangan Israel di Kamp Pengungsi Gaza

1 hari lalu

Komandan Senior Hamas Tewas dalam Serangan Israel di Kamp Pengungsi Gaza

Serangan Israel ke kamp pengungsi menewaskan komandan senior Hamas.


Pertemuan Hamas-Fatah di Cina, Gelar Pembicaraan Rekonsiliasi

1 hari lalu

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dan Sekretaris Jenderal PIJ Ziad al-Nakhalah membahas tanggapan faksi-faksi Palestina terhadap usulan AS mengenai gencatan senjata di Gaza. (Kantor Media Hamas)
Pertemuan Hamas-Fatah di Cina, Gelar Pembicaraan Rekonsiliasi

Para pejabat senior Hamas, yang sedang berperang dengan Israel, dan Fatah telah sepakat untuk bertemu di ibu kota Cina, beijing bulan ini


Akui Dirinya Zionis, Biden: Saya Mendukung Komunitas Palestina Dibandingkan Siapa Pun!

1 hari lalu

Pengunjuk rasa pro-Palestina berkumpul, di tengah konflik Israel-Hamas, pada hari debat presiden pertama tahun 2024 antara calon presiden dari Partai Demokrat, Presiden AS Joe Biden, dan calon presiden dari Partai Republik, mantan Presiden AS Donald Trump di Atlanta, Georgia, AS, 27 Juni 2024. REUTERS/Megan Varner
Akui Dirinya Zionis, Biden: Saya Mendukung Komunitas Palestina Dibandingkan Siapa Pun!

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengklaim "sangat mendukung Palestina", meski mengakui dirinya zionis


Israel Kembali Serbu Jalur Gaza setelah Serangan Mematikan di Al-Mawasi

1 hari lalu

Israel Kembali Serbu Jalur Gaza setelah Serangan Mematikan di Al-Mawasi

Militer Israel menyerbu Gaza tengah dan selatan setelah serangan mematikan pada akhir pekan di daerah Al-Mawasi, Gaza selatan menewaskan sedikitnya 90 orang.