Kampus Amerika Dapat Setengah Triliun Rupiah dari Dermawan Misterius

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Des Moines: Dermawan misterius membagikan uang hampir setengah triliun rupiah (US$ 45 juta atau Rp 484 miliar) kepada sembilan universitas di Amerika Serikat. Dana diberikan dengan syarat kampus itu tidak mencari tahu siapa si dermawan itu.

    Dana yang diterima itu bervariasi mulai dari US$1,5 juta (Rp 16 miliar) ke Universitas North Carolina di Asheville sampai US$8 juta (Rp 86 miliar). Kampus lain yang menerima adalah Universitas Iowa, Universitas Southern Mississippi, Universitas North Carolina di Greensboro, Maryland University College, Universitas Colorado di Colorado Springs, dan Universitas Penn State-Harrisburg.

    Tidak jelas apakah dana itu datang dari seseorang, organisasi, atau sekelompok orang dengan minat sama. Mereka mengirim cek bantuan lewat kantor pengacara dan perantara lain.

    Semua kampus itu diminta berjanji tidak akan mencari tahu si pemberi bantuan. Beberapa kampus malah diminta memberi janji itu dalam bentuk tulisan.

    "Rektor kami dipanggil ke sebuah biro hukum di Denver dan harus menandatangani kesepakatan kerahasiaan bahwa ia tidak akan mencari tahu," kata Tom Hutton, juru bicara Universitas Colorado di Colorado Springs.

    Semua dana dikirim bulan lalu. Dermawan misterius itu juga meminta sebagian besar dana digunakan untuk bea siswa dan sisanya untuk biaya lain seperti riset, fasilitas, serta pendukung operasional.

    "Kami tidak bisa membayangkan siapa dermawan yang pemurah itu, tapi kami sangat berterimakasih," kata Lynette Marshall, pemimpin yayasan Universitas Iowa. "Ini untuk pertamakali dalam 25 tahun karir saya bahwa sesuatu sebesar ini telah terjadi."

    Kadang memang ada dermawan yang tidak ingin namanya diumumkan. Tapi biasanya kampus tahu si dermawan itu, hanya bersepakat tidak akan mengumumkannya. Tidak mengetahui si pemberi dana bisa memancing masalah.

    William Massey, wakil rektor Universitas North Carolina-Asheville, mengatakan pihaknya terpaksa menghubungi Departemen Keamanan Dalam Negeri dan kantor pajak untuk memastikan dana itu bersih. Kampus ini menerima US$1,5 juta (Rp 16 miliar).

    Kampus pun geleng-geleng kepala. "Dalam 28 tahun mencari dana, baru pertama kali ini saya menangani dana yang kampus ini tidak tahu siapa penyumbangnya," kata Phillip D. Adams, wakil rektor Universitas Norfolk State bidang pendanaan kampus. Perguruan tingginya mendapat dana US$3,5 juta (Rp 37,6 miliar).


    AP/NURKHOIRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.