Putin Minta Warga Rusia Pulang, Akui Kesalahan Wajib Militer ke Ukraina

Reporter

Seorang wanita menangis saat memeluk pasangannya yang direkrut sebagai tentara cadangan Rusia saat mobilisasi sebelum diberangkatkan ke pangkalan militer di Sevastopol, Krimea, 27 September 2022. Keberangkatan tentara cadangan Rusia ke pangkalan militer diwarnai suasana haru saat keluarga mengucapkan salam perpisahan. REUTERS/Alexey Pavlishak

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan akan memperbaiki kesalahan dalam mobilisasi parsial ke Ukraina. Ini adalah pengakuan publik pertamanya soal wajib militer di Rusia yang diumumkan pekan lalu belum berjalan mulus. "Dalam mobilisasi ini, banyak pertanyaan yang muncul. Semua semua kesalahan harus diperbaiki dan dicegah agar tidak terjadi di masa depan," kata Putin.

"Misalnya, saya memikirkan ayah yang memiliki banyak anak, atau orang yang menderita penyakit kronis, atau mereka yang sudah melewati usia wajib militer," ujar Putin. "Kembalilah ke rumah jika sudah direkrut." 

Program wajib militer warga Rusia ke Ukraina, dikritik pejabat dan masyarakat. Terjadi gelombang eksodus besar-besaran dari Rusia ke negara-negara tetangga akibat wajib militer ini. Banyak keluhan ihwal petugas pendaftaran yang mengirimkan surat panggilan kepada orang-orang yang tidak memenuhi syarat.

Ribuan orang telah melarikan diri dari Rusia untuk menghindari wajib militer. Mereka yang keluar dari Rusia terutama memiliki pengalaman militer dan spesialisasi yang dibutuhkan. Perekrutan dilakukan sering kali tanpa memperhatikan catatan layanan individu, kesehatan, status pelajar, atau bahkan usia.

Sekitar 2.000 orang telah ditangkap pada protes anti-perang yang tidak disetujui di lebih dari 30 kota besar dan kecil. Beberapa dari mereka diberikan surat panggilan, sesuatu yang menurut Kremlin adalah legal.

Pengumuman Rusia pada 21 September tentang mobilisasi publik pertamanya sejak Perang Dunia Kedua telah menarik kritik bahkan dari pendukung Kremlin. Kritik hampir tidak pernah terdengar di Rusia sejak pengiriman pasukan ke Ukraina tujuh bulan lalu.

"Mereka membuat marah orang-orang, seolah-olah sengaja atau karena dendam, mereka dikirim oleh Kyiv," kata editor saluran berita Russia Today yang dikelola pemerintah Rusia, Margarita Simonyan, pada Sabtu lalu. 

Pada Senin, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengakui bahwa ada kesalahan dalam beberapa panggilan. Peskov mengatakan kesalahan sedang diperbaiki oleh gubernur regional dan kementerian pertahanan.

Putin secara khusus menahan diri untuk tidak menyalahkan kementerian yang dipimpin oleh sekutu dekatnya Sergei Shoigu, atau kepada pejabat regional yang memutuskan siapa penerima surat panggilan. Shoigu mengatakan pekan lalu bahwa Rusia berencana merekrut hanya 300.000 personel. Kremlin kemudian membantah bahwa mobilisasi militer oleh Putin menargetkan pemanggilan 1.000.000 tentara cadangan. 

REUTERS 






AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

31 menit lalu

AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

Menlu AS Antony Blinken mengatakan Amerika memberikan perhatian khusus kepada China, Iran, dan Rusia, di bawah Undang-undang Kebebasan Beragama.


Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

22 jam lalu

Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

Di antara aset yang dibekukan itu adalah 15 unit properti milik lembaga dan individu asal Rusia yang masuk daftar sanksi


Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

23 jam lalu

Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

Sejumlah pendeta Kristen orthodox dari Kyiv Pechersk Lavra dibawa ke meja hijau atas tuduhan telah mengglorifikasi Rusia


Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

1 hari lalu

Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Jerman mengirimkan 7 tank tua Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk melawan Rusia


Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

1 hari lalu

Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

Serbia menunjuk Aleksandar Vulin, mantan mendagri pro-Rusia sebagai kepala badan intelijen


Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

1 hari lalu

Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

Zelensky berbicara setelah pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia.


Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

1 hari lalu

Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

Biden menempatkan tanggung jawab untuk mengakhiri perang, yang dimulai dengan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, kepada Putin.


Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

1 hari lalu

Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

Angkatan bersenjata Ukraina telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang, Rusia diperkirakan kehilangan 15 ribu tentaranya


Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

1 hari lalu

Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

Teror bom surat meluas di Spanyol. Setelah kantor perdana menteri dan kedutaan Ukraina, kini giliran kedubes Amerika Serikat di Madrid mendapat paket


NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

1 hari lalu

NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan konsekuensi keamanan saat terlibat dengan kekuatan otoriter seperti China.