AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

Reporter

Seseorang memegang Paspor Rusia di titik penyeberangan perbatasan Vaalimaa antara Rusia dan Finlandia, di Vaalimaa, Finlandia, 23 September 2022. Antrean mobil di sejumlah titik perbatasan Rusia ketika warga negaranya berusaha meninggalkan negara itu untuk menghindari panggilan militer berperang di Ukraina. REUTERS/Janis Laizans

TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat menyambut baik warga Rusia yang mencari suaka. Warga Rusia ramai-ramai eksodus ke luar negeri setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial ke Ukraina. Sebanyak 300.000 warga Rusia akan dikenakan wajib militer untuk ikut perang ke Ukraina.

"Kami percaya bahwa terlepas dari kebangsaan, mereka dapat mengajukan suaka di Amerika Serikat dan klaim mereka dididik berdasarkan kasus per kasus," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre pada Selasa, 27 September 2022.

Banyak warga Rusia melarikan diri demi menghindari mobilisasi. Negara-negara yang dituju antara lain Georgia, Kazakhstan, Finlandia, bahkan Mongolia.

Seruan ini tidak hanya disampaikan untuk warga Rusia, Amerika Serikat juga memperingatkan warga AS untuk segera meninggalkan Rusia. Dalam peringatan keamanan yang dikeluarkan Selasa malam, 27 September 2022 kedutaan AS di Moskow mengatakan orang Amerika harus membuat rencana sendiri untuk keluar dari negara itu sesegera mungkin.

“Rusia dapat menolak untuk mengakui kewarganegaraan ganda AS, menolak akses mereka ke bantuan konsuler AS, mencegah keberangkatan mereka dari Rusia, dan wajib militer berkewarganegaraan ganda untuk dinas militer,” kata peringatan itu.

Departemen Luar Negeri AS telah meminta warga AS untuk meninggalkan Rusia pada Maret lalu di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Moskow atas invasi ke Ukraina.

Penasihat perjalanan AS untuk Rusia, terakhir diperbarui pada bulan Agustus lalu, mengatakan warga AS harus meninggalkan negara itu karena penegakan hukum setempat yang sewenang-wenang. AS juga menyatakan kemampuan terbatas kedutaan untuk membantu orang Amerika di negara itu, potensi pelecehan dan terorisme. "Latihan meningkatkan kehati-hatian karena penahanan yang salah," kata penasehat itu.

Hal ini diungkapkan atas insiden dua warga Amerika, yakni bintang bola basket Brittney Griner dan mantan Marinir AS Paul Whelan. Masing-masing dipenjara di Rusia atas tuduhan narkoba dan spionase. Pemerintahan Presiden AS Joe Biden menganggap mereka ditahan secara salah.

Kedutaan AS di Moskow juga memperingatkan warga Amerika agar tidak berpartisipasi dalam demonstrasi di Rusia. "Kami mengingatkan warga AS bahwa hak untuk berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi tidak dijamin di Rusia," kata peringatan itu.

Rusia melancarkan invasi ke tetangganya pada Februari setelah kebuntuan selama berbulan-bulan yang membuat Putin menuntut diakhirinya ekspansi NATO ke bekas republik Soviet. Tetapi dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Rusia dipukul mundur. Tentara Ukraina yang didukung oleh persenjataan AS, berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah dalam serangan balasan di timur negara itu.

Baca: Putin Perintahkan Petani Ikut Wajib Militer ke Ukraina

REUTERS | AL JAZEERA | NESA AQILA | DRC 






Ketahui Obat Fentanil yang Banyak Tewaskan Warga Amerika Serikat

52 menit lalu

Ketahui Obat Fentanil yang Banyak Tewaskan Warga Amerika Serikat

Fentanil adalah obat-obatan jenis opioid sintetik yang beredar di Amerika Serikat berfungsi sebagai penghilang rasa sakit.


Kondisi Terkini Christian Pulisic Menjelang Duel Belanda vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2022

1 jam lalu

Kondisi Terkini Christian Pulisic Menjelang Duel Belanda vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2022

Christian Pulisic sempat mengalami cedera saat melawan Iran. Tidak akan bermain penuh saat Belanda vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2022.


Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

2 jam lalu

Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan ada sejumlah tantangan yang harus pengusaha Indonesia hadapi memasuki tahun 2023.


Top 3 Dunia: Geger Rencana Kunjungan Utusan khusus Amerika untuk Hak LGBTQIA+

10 jam lalu

Top 3 Dunia: Geger Rencana Kunjungan Utusan khusus Amerika untuk Hak LGBTQIA+

Top 3 dunia pada 2 Desember 2022, didominasi berita tentang rencana kunjungan kerja Utusan khusus Amerika Serikat untuk hak LGBTQIA+ Jessica Stern


Duta Besar Amerika Buka Pintu Dialog dengan Indonesia Bahas Kelompok LGBTQIA+

20 jam lalu

Duta Besar Amerika Buka Pintu Dialog dengan Indonesia Bahas Kelompok LGBTQIA+

Amerika Serikat masih mau melanjutkan dialog dengan Indonesia, setelah penolakan Utusan Khusus untuk Hak LGBTQIA+ Jessica Stern.


Utusan Khusus Amerika untuk Hak LGBTQIA+ Batal ke Indonesia

21 jam lalu

Utusan Khusus Amerika untuk Hak LGBTQIA+ Batal ke Indonesia

Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Hak LGBTQIA+ Jessica Stern dikonfirmasi batal berkunjung ke Indonesia, yang sedianya dijadwalkan pekan depan.


Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

22 jam lalu

Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

Di antara aset yang dibekukan itu adalah 15 unit properti milik lembaga dan individu asal Rusia yang masuk daftar sanksi


Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

23 jam lalu

Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

Sejumlah pendeta Kristen orthodox dari Kyiv Pechersk Lavra dibawa ke meja hijau atas tuduhan telah mengglorifikasi Rusia


Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

23 jam lalu

Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Jerman mengirimkan 7 tank tua Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk melawan Rusia


Utusan LGBTQIA+ AS Ditolak MUI, Kemlu Analogikan Buah Tangan Tak Sesuai Budaya

1 hari lalu

Utusan LGBTQIA+ AS Ditolak MUI, Kemlu Analogikan Buah Tangan Tak Sesuai Budaya

Kementerian Luar Negeri RI menanggapi rencana kunjungan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Hak LGBTQIA+ Jessica Stern ke Indonesia.