Mantan Perdana Menteri Imran Khan Mengklaim Kena Sensor Pemerintah

Reporter

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berbicara selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (tidak difoto) di Putrajaya, Malaysia, 4 Februari 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng / File Foto]

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menuduh pemerintah telah memblokir sementara YouTube agar tidak bisa mengakses langsung ke pidatonya di sebuah rapat umum politik. Khan pada Minggu, 21 Agustus 2022, menghadapi dakwaan anti-teror setelah dianggap mengancam polisi dan hakim.

Khan membuat pidato berapi-api yang menyerukan Pakistan agar menggelar pemilu yang baru, setelah ia digulingkan dari kekuasaan pada April 2022 melalui pemungutan suara parlemen.

Sebelumnya pada Sabtu, 20 Agustus 2022, muncul larangan dari regulator media elektronik untuk mengakses siaran langsung pidato Khan. Mantan Perdana Menteri Pakistan itu, disebut melakukan "ujaran kebencian" terhadap lembaga-lembaga negara.

"Pemerintah impor memblokir YouTube di tengah pidato saya," kata Khan di Twitter.

Regulator bidang internet, Otoritas Telekomunikasi Pakistan, belum menanggapi masalah ini. Sedangkan Otoritas Pengaturan Media Elektronik Pakistan (PEMRA) dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, 20 Agustus 2022 menyatakan pidato Khan merugikan upaya menjaga hukum dan ketertiban. Pidato itu juga dinilai akan mengganggu perdamaian dan ketenangan publik.

PEMRA juga melarang pidato Khan ditayangkan secara langsung di kanal berita. Siapa pun yang melanggar akan ditindak. Namun video yang sudah terekam, mendapat pengecualian.

Tak lama setelah larangan kemarin, partai Khan bersumpah akan melakukan siaran langsung di 500 lebih saluran YouTube dan Facebook.

Banyak pengguna media sosial Pakistan melaporkan kesulitan mengakses YouTube pada Minggu, 21 Agustus 2022, tepat ketika Khan akan berpidato di sebuah pertemuan di kota garnisun Rawalpindi. Menjawab keluhan itu, Khan mengatakan dia kena sensor karena tidak menerima pemerintahan koalisi Pakistan saat ini.

Khan menyebut pemerintahan koalisi saat ini telah mendepak dia dari kekuasaan. Pemerintah Pakistan, polisi. dan tentara termasuk di antara sasaran dari pernyataan - pernyataan Khan.

REUTERS

Baca juga: Janji Perdana Menteri Baru Shahbaz Sharif untuk Pakistan

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.            






ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

2 hari lalu

ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di kantor Kedutaan Besar Pakistan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan pada 3 Desember 2022


Bom Bunuh Diri dan Upaya Pembunuhan Pejabat Pakistan Terjadi di Kabul

3 hari lalu

Bom Bunuh Diri dan Upaya Pembunuhan Pejabat Pakistan Terjadi di Kabul

Dua kejadian terpisah di Kabul, serangan bom bunuh diri dekat kantor partai Hezb-e-Islami dan penembakan di Kedutaan Pakistan.


Radio Braille Surabaya Resmi Diluncurkan, Media Inklusif Pertama dari Guru Tunanetra di Surabaya

3 hari lalu

Radio Braille Surabaya Resmi Diluncurkan, Media Inklusif Pertama dari Guru Tunanetra di Surabaya

Radio Braille Surabaya diinisiasi oleh para guru yang mengabdi di Yayasan Pendidikan Anak Buta yang aktif di Lembaga Pemberdayaan Tunanetra.


Benazir Bhutto Perdana Menteri Perempuan Pertama di Pakistan, Akhir Hidup yang Tragis

4 hari lalu

Benazir Bhutto Perdana Menteri Perempuan Pertama di Pakistan, Akhir Hidup yang Tragis

Benazir Bhutto merupakan perdana menteri perempuan pertama di Pakistan. Ia tewas akibat dibunuh sekelompok orang tak dikenal pada Desember 2007.


Bom Surat Menyasar Sejumlah Target Vital, Spanyol Perketat Keamanan

5 hari lalu

Bom Surat Menyasar Sejumlah Target Vital, Spanyol Perketat Keamanan

Spanyol telah meningkatkan keamanan di gedung-gedung publik setelah pengiriman sejumlah bom surat, termasuk ke Perdana Menteri dan Kedutaan Ukraina


Taliban Pakistan Mengklaim Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 3 Orang

6 hari lalu

Taliban Pakistan Mengklaim Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 3 Orang

Taliban Pakistan- dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) -mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri di Pakistan barat


Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

6 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

Bom bunuh diri telah terjadi di kota Quetta, Pakistan, di mana pelaku mengincar aparat kepolisian. Taliban mengklaim bertanggung jawab.


Internet Down Seharian, Biznet: Mohon Maaf, Ada Kendala Infrastruktur Jaringan

6 hari lalu

Internet Down Seharian, Biznet: Mohon Maaf, Ada Kendala Infrastruktur Jaringan

Perusahaan penyedia layanan jaringan internet Biznet buka suara ihwal keluhan yang disampaikan pelanggannya melalui media sosial.


Kisah Wan Azizah Istri PM Malaysia Anwar Ibrahim, Pontang-panting Bela Suaminya Saat Dijebloskan ke Penjara

8 hari lalu

Kisah Wan Azizah Istri PM Malaysia Anwar Ibrahim, Pontang-panting Bela Suaminya Saat Dijebloskan ke Penjara

PM Malaysia ke-10 Anwar Ibrahim pernah 2 kali dijebloskan ke penjara. berikut upaya istrinya, Wan Azizah membersihkan nama baik suaminya.


Dukungan Warga Jepang ke Fumio Kishida Turun Lagi

8 hari lalu

Dukungan Warga Jepang ke Fumio Kishida Turun Lagi

Survei yang dipublikasi Kyodo memperlihatkan dukungan untuk Fumio Kishida turun ke level terendah yang dipicu serangkaian masalah.