Pilot Tidur di Ketinggian 37.000 Kaki, Pesawat Gagal Mendarat

Reporter

Pekerja Ethiopian Airlines menurunkan kiriman sumbangan medis wabah virus corona dari miliarder Jack Ma dan Alibaba Foundation untuk Afrika di Bandara Internasional Bole di Addis Ababa, Ethiopia, Ahad, 22 Maret 2020. Pasokan ini akan didistribusikan di seluruh Afrika, dan diutamakan ke negara-negara yang sangat rentan terhadap pandemi. REUTERS/Tiksa Negeri

TEMPO.CO, Jakarta - Dua pilot Ethiopian Airlines tertidur saat menerbangkan pesawat dari Khartoum, Sudan ke ibu kota Ethiopia, Addis Ababa. Insiden itu terjadi pada hari Senin lalu, menurut Aviation Herald.

Dilansir dari NDTV, Sabtu, 20 Agustus 2022, saat pesawat mendekati bandara,  petugas menara kontrol ATC sudah memberi peringatan kepada penerbangan ET343 namun pesawat tak kunjung turun.

Ternyata pilot dan kopilot tertidur. Pesawat Boeing 737 itu diterbangkan dalam keadaan autopilot sehingga tetap mengudara di ketinggian 37.000 kaki. Pesawat melanjutkan perjalanan sesuai dengan rute yang ditetapkan oleh Flight Management Computer (FMC) dan diharapkan mendarat di landasan yang telah ditentukan.

Namun petugas ATC menemukan bahwa penerbangan tersebut tidak mendarat di landasan pacu yang telah ditentukan. Selain itu pilot tidak menjawab panggilan yang ditujukan kepada mereka. 

Pilot terbangun ketika peluit pemutus berdering keras setelah terputus dari autopilot. Para kru kemudian mengarahkan pesawat untuk mendarat dengan aman 25 menit kemudian. Pesawat tetap di darat dan lepas landas 2,5 jam kemudian untuk penerbangan berikutnya.

Analis penerbangan Alex Macheras dalam sebuah tweet mengatakan bahwa pilot yang tertidur itu amat mengkhawatirkan. Apalagi pesawat terbang di atas landasan pada ketinggian 37.000 kaki.

“Insiden yang sangat memprihatinkan di maskapai penerbangan terbesar di Afrika — Ethiopian Airlines Boeing 737 #ET343 masih berada di ketinggian jelajah 37.000 kaki pada saat mencapai tujuannya di Addis Ababa. Mengapa tidak mulai turun untuk mendarat? Kedua pilot sedang tidur,” tulisnya dalam tweet.

Macheras kemudian melanjutkan bahwa kelelahan pilot adalah masalah lama. Hal ini merupakan masalah signifikan yang mengancam keselamatan udara secara internasional. 

“Kelelahan pilot bukanlah hal baru, dan terus menjadi salah satu ancaman paling signifikan terhadap keselamatan udara, secara internasional,” kata Macheras seperti dikutip dari News18.com.

Insiden serupa dilaporkan sebelumnya pada bulan Mei ketika dua pilot tertidur saat menerbangkan pesawat dari New York ke Roma. Asosiasi pilot telah mengecam ketidakmampuan industri penerbangan untuk memahami kelelahan pilot. Asosiasi menyamakannya dengan menyerahkan kunci mobil kepada pengemudi yang mabuk. 

CEO dan manajemen Wizz Air dan Jet2, dikritik setelah meminta pilot bekerja ekstra ketika asosiasi masing-masing mengangkat masalah yang berkaitan dengan kelelahan pilot.

Baca: Pilot Garuda Bantah Rugikan Negara Selama Pandemi: Dari Awal Kami Berkorban

NDTV | NEWS18.COM






3,62 Juta Penumpang Pesawat pada Libur Akhir Tahun, Ini Cara Kemenhub Pastikan Keselamatan

1 hari lalu

3,62 Juta Penumpang Pesawat pada Libur Akhir Tahun, Ini Cara Kemenhub Pastikan Keselamatan

Kemenhub memastikan aspek keselamatan transportasi udara telah terpenuhi. Kementerian telah melakukan kegiatan ramp check atau inspeksi pesawat.


Ini Hal yang Dinilai oleh Pramugari Saat Menyapa Penumpang

2 hari lalu

Ini Hal yang Dinilai oleh Pramugari Saat Menyapa Penumpang

Para pramugari menganalisis sejumlah faktor penting yang dapat berkontribusi pada pengalaman dalam penerbangan.


Asal-usul Hari Penerbangan Sipil Internasional Diperingati Setiap 7 Desember

2 hari lalu

Asal-usul Hari Penerbangan Sipil Internasional Diperingati Setiap 7 Desember

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO menetapkan Hari Penerbangan Sipil Internasional, pada 7 Desember


Jelang Natal dan Tahun Baru, 31 Rute Penerbangan di Riau dan Papua Beroperasi Kembali

3 hari lalu

Jelang Natal dan Tahun Baru, 31 Rute Penerbangan di Riau dan Papua Beroperasi Kembali

Kemenhub membuka kembali 31 rute angkutan udara perintis untuk meningkatkan layanan penerbangan menjelang Natal dan Tahun Baru 2023.


Erupsi Gunung Semeru, Penerbangan ke Surabaya dan Malang Berjalan Normal

5 hari lalu

Erupsi Gunung Semeru, Penerbangan ke Surabaya dan Malang Berjalan Normal

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memuntahkan awan panas disertai guguran. Erupsi berlangsung pada Ahad sejak pukul 02.46 WIB.


Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Penerbangan Bali - Seoul

5 hari lalu

Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Penerbangan Bali - Seoul

Maskapai plat merah Garuda Indonesia membuka lagi rute penerbangan Bali - Seoul dan sebaliknya, demi meningkatkan kunjungan wisata di kedua negara.


Ditutup Sejak 2021 karena Faktor Keamanan, Penerbangan Sentani-Kiwirok Kini Dibuka Kembali

7 hari lalu

Ditutup Sejak 2021 karena Faktor Keamanan, Penerbangan Sentani-Kiwirok Kini Dibuka Kembali

Kini masyarakat Distrik Kiwirok bisa menikmati kembali pelayanan terbang dengan dibukanya penerbangan Sentani-Kiwirok-Sentani.


Mulai Awal Bulan Ini Penerbangan Pelita Air Jakarta-Bali 5 Kali Sepekan, Berikut Jadwalnya

7 hari lalu

Mulai Awal Bulan Ini Penerbangan Pelita Air Jakarta-Bali 5 Kali Sepekan, Berikut Jadwalnya

Pelita Air menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Bali-Jakarta menjadi 5 kali sehari mulai 1 Desember 2022.


Ditambah Hong Kong, Bandara Ngurah Rai Telah Layani 24 Rute Penerbangan Internasional

8 hari lalu

Ditambah Hong Kong, Bandara Ngurah Rai Telah Layani 24 Rute Penerbangan Internasional

Hingga 26 November 2022, Bandara Ngurah Rai Bali secara total telah melayani sebanyak 3.699.665 orang penumpang internasional.


5 Alasan Tak Biasa yang Membuat Penumpang Dikeluarkan dari Pesawat

8 hari lalu

5 Alasan Tak Biasa yang Membuat Penumpang Dikeluarkan dari Pesawat

Kenyataannya adalah ada banyak persyaratan kontrak dari maskapai penerbangan, termasuk hak awak pesawat untuk mengeluarkan penumpang dari pesawat.