Profil Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Magdalena Andersson saat ditunjuk sebagai Perdana Menteri baru negara itu setelah pemungutan suara di Parlemen Swedia Riksdagen di Stockholm, Swedia 24 November 2021. Erik Simander /TT News Agency/via REUTERS

    Magdalena Andersson saat ditunjuk sebagai Perdana Menteri baru negara itu setelah pemungutan suara di Parlemen Swedia Riksdagen di Stockholm, Swedia 24 November 2021. Erik Simander /TT News Agency/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Swedia, Magdalena Andersson, mengejutkan publik saat memutuskan mengunduran diri pada Rabu 24 November 2021. Pengunduran diri itu dilakukan kurang dari 12 jam setelah pengangkatannya sebagai orang nomor satu di Swedia.

    Pengunduran diri ini diumumkan secara resmi melalui akun Twitter.

    Magdalena Andersson menghadiri konferensi pers setelah ditunjuk sebagai Perdana Menteri baru negara itu setelah pemungutan suara di Parlemen Swedia Riksdagen di Stockholm, Swedia 24 November 2021. Magdalena Andersson mengundurkan diri beberapa jam setelah dipilih oleh parlemen. Erik Simander /TT News Agency/via REUTERS

    Andersson merupakan Perdana Menteri perempuan pertama Swedia. Ia berasal dari Partai Sosial Demokrat.

    Diketahui, Andersson mengundurkan diri setelah partai hijau keluar dari koalisi Partai Sosial Demokrat karena anggaran yang mereka sorongkan tidak mendapat persetujuan parlemen Swedia.

    Magdalena Andersson lahir pada 1967. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Harvard, Amerika Serikat, pada 1995. Andersson kemudian melanjutkan pendidikannya di Stockholm School of Economic yang berfokus pada studi ekonomi.

    Ia mulai menapaki karier di dunia politik pada 1996. Ketika itu, dia menjabat sebagai penasihat politik untuk Perdana Menteri, Goran Persson.

    Pada 2004, ia dipercaya memegang jabatan sebagai Sekretaris Negara dan pada 2007 menjadi Penasihat Kebijakan Domestik untuk Ketua Partai Sosial Demokrat di parlemen.

    Magdalena Andersson saat ditunjuk sebagai Perdana Menteri baru negara itu setelah pemungutan suara di Parlemen Swedia Riksdagen di Stockholm, Swedia 24 November 2021. Erik Simander /TT News Agency/via REUTERS

    Setelah kemenangan Partai Sosial Demokrat dalam pemilihan umum Swedia pada 2014, Andersson diangkat menjadi Menteri Keuangan oleh Perdana Menteri  Stefan Löfven. Ia diberi tanggung jawab untuk mengawasi pasar keuangan dan perlindungan konsumen.

    Andersson diangkat kembali sebagai Menteri Keuangan setelah pemilu pada 2018. Walhasil, ia banyak menghabiskan beberapa tahun terakhirnya di bidang tersebut.

    Pada 2021, Andersson terpilih untuk menjadi Perdana Menteri perempuan pertama di Swedia. Ia terpilih sebagai Perdana Menteri atas dukungan 117 dari 349 anggota parlemen di Swedia. Ada 57 anggota parlemen yang memilih abstain, yang berarti memberinya kemenangan atas satu suara.

    Akan tetapi, beberapa jam setelah pemilihan, anggaran pengeluaran yang disorongkan pemerintahannya, ditolak parlemen Swedia. Hal ini membuat Andersson mengundurkan diri. Ini didasarkan pada konvensi bahwa seorang Perdana Menteri harus meninggalkan koalisi pemerintahan. 

    Andersson mengatakan ia masih tertarik untuk memimpin pemerintahan dari satu partai, yakni Partai Sosial Demokrat. Dia diperkirakan akan terpilih kembali sebagai Perdana Menteri karena banyak pihak mendukungnya dalam pemungutan suara pertama dan menunjukkan kesediaan mereka untuk mendukungnya lagi dalam pemilu. 

    Saat ini, Löfven akan tetap sebagai Perdana Menteri sementara Swedia.

    Afifa Rizkia Amani | Reuters | Prabook

    Baca juga: Nestapa Pengungsi Rohingya di Tengah Pandemi Covid-19

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.