WNI di Malaysia Selundupkan Narkoba dalam Karung, Akan Diekspor ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu saat rilis kasus pengungkapan penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan Internasional Timur Tengah di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Rabu, 23 Desember 2020. Kepolisian berhasil menyita barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 196 bungkus dengan berat 202 Kg. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas kepolisian mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu saat rilis kasus pengungkapan penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan Internasional Timur Tengah di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Rabu, 23 Desember 2020. Kepolisian berhasil menyita barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 196 bungkus dengan berat 202 Kg. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Perak, Malaysia menangkap seorang pria Indonesia yang menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu senilai RM 1,7 juta atau setara Rp 5,7 miliar. Narkoba berjenis sabu itu dikemas dalam dua karung goni.

    Tersangka berumur 56 tahun itu ditangkap pukul 12.55 pada 26 September 2021 di pinggir jalan dekat dermaga ilegal di daerah Bagan Lipas Laut di Rungkup dekat Bagan Datuk.

    Kepala polisi Perak, Mior Faridalathrash Wahid mengatakan ia ditangkap dengan barang bukti sabu-sabu seberat 29 kilogam. Penangkapan dilakukan oleh departemen investigasi kriminal narkotika polisi Hilir Perak.

    “Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa tersangka akan membeli obat-obatan dari distributor lokal. Pelaku kemudian mengirimkan sabu-sabu melalui perahu di dermaga ilegal," ujar Mior dalam konferensi pers, Senin, 27 September 2021 di Perak dikutip dari The Star.

    Narkoba yang akan diekspor ke Indonesia itu akan dijemput oleh kapal di tengah laut. Ini adalah modus pertama kalinya yang ditemukan polisi dalam penyelundupan narkoba.

    Tersangka yang tak disebutkan namanya itu memiliki dokumen yang sah untuk tinggal di Malaysia. Ia telah berada di Malaysia sejak setahun terakhir.

    “Kami percaya bahwa dia aktif mengekspor narkoba sejak tiga bulan terakhir. Tes urine untuk narkoba yang dilakukan padanya negatif, dan tersangka juga tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya," ujar Mior.

    Obat-obatan yang disita itu dapat didistribusikan ke sekitar 300.000 pengguna. Tersangka telah ditahan hingga 2 Oktober 2021.

    Baca: Polisi Gagalkan Peredaran 34,7 Kg Sabu-sabu di Asahan

    THE STAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.