Warga Inggris Panik Borong BBM, Antrean Mengular di Pompa Bensin

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jude Walker melewati SPBU saat menjalankan aksi berjalan kaki menuju London untuk menggalang dukungan, di Milton Keynes, Inggris, 10 Agustus 2021. Ia berjalan sejauh 16 kilometer sehari. Setiap hari ia ditemani oleh anggota keluarga atau teman-temannya secara bergantian. Jude akan menyelesaikan perjalanannya di St James's Park pada 14 Agustus. REUTERS/Andrew Couldridge

    Jude Walker melewati SPBU saat menjalankan aksi berjalan kaki menuju London untuk menggalang dukungan, di Milton Keynes, Inggris, 10 Agustus 2021. Ia berjalan sejauh 16 kilometer sehari. Setiap hari ia ditemani oleh anggota keluarga atau teman-temannya secara bergantian. Jude akan menyelesaikan perjalanannya di St James's Park pada 14 Agustus. REUTERS/Andrew Couldridge

    TEMPO.CO, Jakarta - Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah pompa bensin di Inggris pada Sabtu lalu. Warga panik dan memborong bensin karena suplai bahan bakar terganggu.

    Terganggunya pasokan terjadi karena Inggris sedang kekurangan pengemudi truk pengangkut BBM. Akibatnya stok di beberapa pompa bensin langka hingga menyebabkan antrean.

    Di seluruh negeri, antrean panjang kendaraan menunggu untuk mengisi BBM. Penjualan pun terpaksa dijatah agar BBM tak makin langka.

    "Saya keluar dengan sepeda dan melewati BP, kacau balau," kata Huw Merriman, Ketua Komite Transportasi Parlemen kepada BBC TV. "Orang-orang bereaksi karena ada kekurangan bahan bakar."

    Pemerintah Inggris sudah mengingatkan agar warga tak panik. Stok bensin dan solar cukup untuk memenuhi kebutuhan sehingga tak ada alasan khawatir. Namun masalahnya kini adalah pengemudi truk yang mendistribusikan BBM berkurang.

    Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan sedang mencari perbaikan jangka pendek untuk mengatasi kekurangan pengemudi kendaraan barang berat (HGV).

    "Kami sedang mencari cara sementara untuk menghindari masalah," ujar juru bicara kantor Downing Street dalam sebuah pernyataan.

    Inggris, menurut juru bicara perdana menteri, sama seperti negara-negara lain di dunia. "Kami menderita kekurangan pengemudi terkait Covid-19 untuk mendistribusikan pasokan ke seluruh negeri."

    Road Haulage Association (RHA) Inggris mengatakan Inggris kekurangan sekitar 100.000 pengemudi akibat sejumlah hal. Masalah yang dihadapi tak hanya Covid-19 namun pekerja banyak yang meninggalkan industri akibat Brexit. Ini membuat pelatihan dan tes pengemudi berhenti selama setahun.

    Inggris berencana menerbitkan visa kerja jangka pendek untuk mengizinkan 5.000 pengemudi asing bekerja. Rencana ini disambut baik oleh pebisnis dan industri namun belum jelas apakah pengemudi asing akan memenuhi kekurangan tenaga kerja di Inggris.

    Brian Madderson, Ketua Asosiasi Pengecer Bensin memperkirakan masalah kelangkaan bahan bakar minyak ini akan berlangsung lama. "Saya pikir situasi ini akan menjadi lebih buruk sebelum membaik," katanya kepada Sky News.

    Baca: Beasiswa Chevening Buka Pendaftaran untuk Pelamar Disabilitas

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.