Bos Moderna Ramalkan Pandemi Covid-19 Berakhir 2022

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksinator mempersiapkan vaksin Covid-19 Moderna bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Mangusada, Kabupaten Badung, Bali, Rabu, 4 Agustus 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Bali menergetkan 40.768 orang tenaga kesehatan seluruh Bali mendapatkan vaksinasi dosis ketiga. Johannes P. Christo

    Vaksinator mempersiapkan vaksin Covid-19 Moderna bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Mangusada, Kabupaten Badung, Bali, Rabu, 4 Agustus 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Bali menergetkan 40.768 orang tenaga kesehatan seluruh Bali mendapatkan vaksinasi dosis ketiga. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Eksekutif Moderna Inc. Stéphane Bancel memprediksi pandemi virus covid-19 dapat berakhir dalam setahun. Alasannya produksi vaksin meningkat untuk mensuplai kebutuhan global.

    "Kapasitas produksi di seluruh industri vaksin naik selama enam bulan terakhir. Dosis yang cukup harus tersedia pada pertengahan tahun depan sehingga semua orang di seluruh dunia ini dapat divaksinasi. Booster juga harus dimungkinkan bila diperlukan," kata Bancel dalam wawancara dengan media Swiss, Neue Zuercher Zeitung.

    Moderna, ujarnya seperti dikutip dari Reuters, sedang menyiapkan vaksinasi covid-19 untuk bayi. "Mereka yang tidak divaksinasi akan mengimunisasi diri mereka sendiri secara alami, karena varian Delta sangat menular. Dengan cara ini situasinya mirip dengan flu," ujarnya.

    Dengan vaksinasi covid-19 maka seseorang bisa selamat dari serangan virus ini di musim dingin. Atau sebaliknya, menurut Bancel, akan berakhir di rumah sakit.

    Bancel memperkirakan kehidupan akan kembali normal pada pertengahan tahun depan. "Saya berasumsi pertengahan tahun depan," katanya.

    Bancel berharap pemerintah menyetujui suntikan booster untuk orang yang sudah divaksinasi. Vaksin booster covid-19 hanya membutuhkan dosis separuh dari dosis pertama dan kedua.

    "Dengan setengah dosis, kita akan memiliki 3 miliar dosis vaksin booster di seluruh dunia tahun depan, bukan hanya 2 miliar," katanya.

    Moderna sedang melakukan uji klinis terhadap varian Delta untuk menetapkan dosis yang tepat terhadap vaksin booster di 2022. "Kami juga mencoba Delta plus Beta, mutasi berikutnya yang diyakini oleh para ilmuwan mungkin terjadi," ujarnya.

    Moderna akan menggunakan lini produksi yang ada untuk vaksin covid-19 varian baru. Dia menjamin harga vaksin akan tetap sama.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.