Asal Mula Parkour, Salah Satu Materi Pelatihan Militer Prajurit Prancis

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para remaja Palestina ini berlatih parkour di sejumlah pemakaman dan bekas perumahan Israel di Gaza. REUTERS/Mohammed Salem

    Para remaja Palestina ini berlatih parkour di sejumlah pemakaman dan bekas perumahan Israel di Gaza. REUTERS/Mohammed Salem

    TEMPO.CO, JakartaParkour atau lari gaya bebas merupakan kombinasi keahlian atletik dan pengembangan fisik. Olahraga ini sudah populer sejak 20 tahun kebelakang. Olahraga ini juga banyak dimintai oleh banyak pemuda-pemuda di berbagai belahan dunia.

    Sebelum bernama parkour, olahraga ini disebut dengan méthode naturelle atau metode alami yang digunakan oleh banyak prajurit asal Prancis. Georges Hébert lah yang menjadi penggas utama olahraga ini hingga banyak digandrungi hingga saat ini.

    Hal ini bermula Pada tahun 1902, bencana letusan gunung berapi melenyapkan kota St. Pierre di pulau Karibia Martinique, sekitar 28.000 orang di sekitar. Georges yang ketika itu menjadi seorang Letnan yang bertugas mengevakuasi korban melihat masyarakat Afrika yang bergerak dan memperhatikan bahwa mereka gesit dan fleksibel meskipun mereka tidak memiliki pelatihan formal.

    Ia menyadari orang-orang Eropa bergerak dengan buruk, mencari jalan yang sudah dikenal, yang sekarang tidak ada lagi. Jelas bahwa "manusia modern" telah kehilangan kemampuan untuk bergerak secara efisien dan efektif di semua lingkungan kecuali yang paling rutin.

    Berdasarkan wfpf.com, selain hal itu, tragedi yang dia saksikan pada hari itu memperkuat keyakinannya bahwa, untuk nilai nyata, keterampilan atletik dan pengkondisian fisik harus digabungkan dengan keberanian dan altruisme, sebuah pencerahan yang memunculkan moto asli parkour, Etre fort pour tre utile–Jadilah kuat untuk berguna.

    Dia memperhatikan bahwa penduduk asli Martinik jauh lebih baik daripada pemukim Eropa dalam menavigasi dan mengatasi rintangan. Georges kemudian menjadi tutor pendidikan jasmani di perguruan tinggi Reims di Prancis.

    Menukil mxnkie.com, ketika itu Georges menerapkan latihan dasar seperti, berjalan, berlari, melompat, pendakian, gerakan quadrupedal, keseimbangan, pertahanan diri, hingga renang. Ajarannya menjadi populer selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II dan menjadi sistem standar pendidikan dan pelatihan militer di Prancis.

    GERIN RIO PRANATA 

    Baca: Jika Ingin Belajar Parkour Pahami Dulu 5 Gerakan ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.