Joe Biden dan Xi Jinping Teleponan 90 Menit, Hubungan AS-Cina Mulai Mesra?

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Presiden Cina Xi Jinping berjabat tangan dengan Wapres AS Joe Biden di Beijing, 4 Desember 2013. REUTERS/Lintao Zhang/Pool

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden AS Joe Biden berbicara melalui telepon dengan timpalannya dari Cina Xi Jinping selama sekitar 90 menit pada Kamis, 9 September 2021.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan, kedua pemimpin membahas perlunya menghindari persaingan antara dua ekonomi terbesar dunia itu berubah menjadi konflik.

Hubungan antara Washington dan Beijing telah berada pada titik terendah dalam beberapa dekade. Sejak Biden menjabat Januari lalu, baru dua kali mereka melakukan panggilan telepon.

Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin terlibat "diskusi luas dan strategis," termasuk "bidang di mana kepentingan kami bertemu, dan bidang di mana kepentingan, nilai, dan perspektif kami berbeda."

Percakapan itu berfokus pada masalah ekonomi, perubahan iklim, dan Covid-19, kata pejabat senior AS itu pada Reuters.

Media pemerintah Cina mengatakan percakapan itu "terus terang" dan "mendalam". Disebutkan bahwa Presiden Xi mengatakan kebijakan AS terhadap Cina menimbulkan kesulitan besar pada hubungan kedua negara.

Laporan Cina menambahkan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk menjaga kontak yang sering dan meminta tim tingkat kerja untuk meningkatkan komunikasi.

Pertemuan tingkat tinggi yang digelar sesekali sejak panggilan telepon pertama Xi dan Biden pada bulan Februari, hanya menghasilkan sedikit kemajuan dalam banyak masalah, mulai dari perubahan iklim, hingga hak asasi manusia, dan transparansi tentang asal usul Covid-19.

Selama bulan-bulan berikutnya, kedua belah pihak tetap saling serang dalam pernyataan publik, menjatuhkan sanksi pada pejabat masing-masing dan mengkritik lawan karena tidak menegakkan kewajiban internasional mereka.

"Presiden Biden menggarisbawahi kepentingan abadi Amerika Serikat dalam perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik dan dunia dan kedua pemimpin membahas tanggung jawab kedua negara untuk memastikan persaingan tidak mengarah ke konflik," kata pernyataan itu.

Pemerintahan Biden, yang disibukkan oleh penarikan pasukan AS dari Afghanistan, mengisyaratkan bahwa mengakhiri perang terpanjang Amerika akan memberi para pemimpin politik dan militer AS ruang untuk fokus pada ancaman yang lebih mendesak yang berasal dari kebangkitan cepat Cina.

Beijing dengan cepat memanfaatkan kegagalan AS di Afghanistan untuk mencoba menggambarkan Amerika Serikat sebagai mitra yang berubah-ubah dan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi mengatakan bulan lalu bahwa Washington seharusnya tidak mengharapkan kerja sama Cina dalam hal itu atau masalah lain jika hanya mencoba untuk "menahan dan menekan" Cina.






Uni Eropa Ajak WTO Gugat Kebijakan Inflasi Amerika

12 jam lalu

Uni Eropa Ajak WTO Gugat Kebijakan Inflasi Amerika

US Inflation Reduction Act (IRA) dianggap Uni Eropa bisa mendiskriminasikan perusahaan asal Eropa


Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

16 jam lalu

Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

XPeng mengharapkan pengiriman akan meningkat signifikan pada Desember 2022 karena peningkatan dan percepatan produksi mobil listrik G9.


Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

17 jam lalu

Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

Hyundai Motor Co. melaporkan data penjualan mobil listrik mereka di pasar otomotif Amerika serikat pada November 2022.


ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

1 hari lalu

ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di kantor Kedutaan Besar Pakistan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan pada 3 Desember 2022


Top 3 Dunia: Jumlah Gaji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Biden Ogah Bertemu Putin

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Jumlah Gaji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Biden Ogah Bertemu Putin

Top 3 dunia dari gaji Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia, efek obat fentanil hingga Biden yang tak mau bertemu Putin.


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

2 hari lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


3 Rekor Tercipta Usai Belanda Singkirkan AS di Piala Dunia 2022

2 hari lalu

3 Rekor Tercipta Usai Belanda Singkirkan AS di Piala Dunia 2022

Berikut redaksi Tempo.co merangkum 3 rekor di balik kemenangan Belanda atas Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2022:


Hasil Pertandingan Piala Dunia 2022: Belanda vs AS: Tim Oranye Lolos

2 hari lalu

Hasil Pertandingan Piala Dunia 2022: Belanda vs AS: Tim Oranye Lolos

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2022 antara Belanda vs Amerika Serikat telah berakhir pada Sabtu malam WIB, 3 Desember 2022.


Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

2 hari lalu

Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

Presiden Macron mendiskusikan kebijakan moderasi konten platform media sosial saat bertemu dengan bos Twitter Elon Musk di Amerika Serikat.


Pembocor Data Rahasia AS Edward Snowden Resmi Jadi Warga Negara Rusia

2 hari lalu

Pembocor Data Rahasia AS Edward Snowden Resmi Jadi Warga Negara Rusia

Eks agen intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden mendapat paspor Rusia. Ia diburu karena membocorkan rahasai bahwa AS menyadap kepala negara.