Kabar Baik, Dua Dosis Vaksin Ini Diklaim Efektif Melawan Covid-19 Varian Delta

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengawasi pembuatan jarum suntik LDS di pabriknya di Gunsan, Korea Selatan, 5 April 2021. Jarum suntik LDS Poonglim Pharmatech, diminati secara global setelah terbukti dapat digunakan untuk memeras dosis keenam dari botol Pfizer Inc dan vaksin COVID-19 yang baru disetujui dari BioNTech. REUTERS/Heo Ran

    Pekerja mengawasi pembuatan jarum suntik LDS di pabriknya di Gunsan, Korea Selatan, 5 April 2021. Jarum suntik LDS Poonglim Pharmatech, diminati secara global setelah terbukti dapat digunakan untuk memeras dosis keenam dari botol Pfizer Inc dan vaksin COVID-19 yang baru disetujui dari BioNTech. REUTERS/Heo Ran

    TEMPO.CO, Jakarta - Vaksin Pfizer dan AstraZeneca diklaim efektif melawan Covid-19 varian delta yang disebut sangat menular. Dalam studi yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine pada Rabu, 21 Juli 2021 disebutkan pemberian vaksin Pfizer dan AstraZeneca dalam dua dosis memberi perlindungan cukup tinggi terhadap varian delta. Para ahli dalam penelitian itu mengingatkan bahwa satu suntikan vaksin tidak cukup untuk melindungi tubuh dari varian delta.

    Studi yang dipublikasikan itu mengkonfirmasi temuan utama dari Public Health England pada Mei tentang kemanjuran vaksin Covid-19 yang dibuat Pfizer-BioNTech dan Oxford-AstraZeneca (AZN.L). Temuan itu berdasarkan data di dunia.

    Dua dosis suntikan Pfizer efektif hingga 88 persen mencegah penyakit simtomatik dari varian Delta. Sedangkan untuk menghadapi varian Alpha, vaksin Pfizer efektif hingga 93,7 persen.

    Begitu pula dengan vaksin AstraZeneca. Dua dosisnya 67 persen efektif terhadap varian Delta, lebih tinggi 60 persen dari yang dilaporkan semula. Sementara terhadap varian Alpha, efektif hingga 74,5 persen lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan awal efektivitas 66 persen.

    ADVERTISEMENT

    "Perbedaan efektivitas vaksin hanya sedikit lebih kecil pada varian Delta dibandingkan varian Alpha setelah menerima dua dosis vaksin," tulis peneliti Public Health England seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 22 Juli 2021.

    Data dari Israel memperkirakan efektivitas suntikan Pfizer lebih rendah terhadap penyakit bergejala, namun melindungi pasien dari tingkat keparahan akibat infeksi Covid-19.

    Sebelumnya Public Health England mengatakan bahwa dosis pertama dari kedua vaksin itu efektif 33 persen melawan penyakit simtomatik dari varian Delta.

    Studi lengkap yang diterbitkan pada hari Rabu menemukan bahwa satu dosis suntikan vaksin Pfizer hanya efektif 36 persen, dan satu dosis vaksin AstraZeneca efektif sekitar 30 persen.

    Baca: WHO: Varian Delta Akan Dominan dan Dorong Kasus COVID-19 Hingga 200 Juta

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...