Gara-gara Stadion Baru Everton, UNESCO Hapus Status Warisan Dunia Liverpool

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan Liverpool Pier Head, yang berada di pelabuhan, disulap menjadi lokasi vaksinasi COVID-19 untuk menggenjot kampanye vaksinasi di sana (Sumber: Reuters/ Jason Cairnduff)

    Kawasan Liverpool Pier Head, yang berada di pelabuhan, disulap menjadi lokasi vaksinasi COVID-19 untuk menggenjot kampanye vaksinasi di sana (Sumber: Reuters/ Jason Cairnduff)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kota asal the Beatles, Liverpool, tak lagi menyandang status Situs Warisan Dunia (World Heritage). Dikutip dari kantor berita Reuters, UNESCO mencabut status tersebut gara-gara berbagai proyek bangunan baru di dekat pelabuhan tua Liverpool. Salah satunya adalah stadion baru klub bola Everton.

    Keputusan itu dicapai dalam voting oleh anggota Komite Warisan Dunia UNESCO di Cina. Menurut anggota komite UNESCO, proyek bangunan baru itu menganggu penampilan pelabuhan bergaya Victorian tersebut.

    "Pembangunan gedung baru di pelabuhan itu mengurangi integritas dan keasilan dari kota Liverpool," ujar keterangan UNESCO, Rabu, 21 Juli 2021.

    Wali Kota Liverpool, Joanne Anderson, kecewa dengan keputusan UNESCO. Menurutnya, pencabutan status Situs Warisan Dunia dari Liverpool tak bisa diterima dan tak beralasan. Apalagi, kata Anderson, pencabutan status dilakukan satu dekade sejak kunjungan terakhir pejabat UNESCO ke Pelabuhan Liverpool.

    ADVERTISEMENT

    Anderson berharap pihaknya bisa mengajukan banding atas keputusan UNESCO. Menurutnya, Liverpool berhak mempertahankan status Situs Warisan Dunia yang mensejajarkan pelabuhan mereka dengan Menara Pisa di Italia, Tembok Besar Cina, dan Taj Mahal di India.

    Royal Liver Building, Liverpool. Gedung berusia 105 tahun di dekat pelabuhan Liverpool itu ditawarkan ke investor properti dengan harga 40 juta Poundsterling (Sumber: Reuters/ Phil Noble)

    Sebagai catatan, Liverpool mendapat status Situs Warisan Dunia pada tahun 2004 karena peran pelabuhannya dalam perdagangan dunia Abad 18 dan 19. Selain itu, UNESCO juga menilai pelabuhan tua Liverpool memiliki tampilan unik berkat arsitektur bangunan-bangunan di sekitarnya.

    "Saya sungguh kecewa dan khawatir. Situs warisan dunia di Liverpool justru terbantu dan terjaga kondisinya berkat investasi ratusan juta Poundsterling," ujar Anderson menegaskan.

    Sebelum Liverpool, negara lain yang status Situs Warisan Dunia-nya dicabut adalah Oman di tahun 2007 serta Jerman di tahun 2009. Di Jerman, misalnya, status Situs Warisan Dunia dicabut dari kota Dresden karena pemerintah setempat membangun proyek jembatan di dekat sungai dan lembah Dresden Elbe.

    Salah satu keuntungan dari memiliki status Situs Warisan Dunia adalah dana konservasi dari PBB. Dana tersebut akan membantu sebuah negara untuk memelihara objek yang memberikan mereka status Situs Warisan Dunia. Keuntungan lainnya, objek terkait akan mendapat perhatian khusus dalam buku pariwisata di seluruh dunia.

    Status Situs Warisan Dunia Liverpool sejatinya sudah terancam sejak 2012. UNESCO telah memperingatkan Liverpool bahwa rencana pembangunan mereka bisa mengancam tampilan kota dan pelabuhan yang menjadi alasan utama pemberian status Situs Warisan Dunia. Namun, Liverpool bergeming dari ancaman tersebut, bahkan setelah mendapat peringatan tambahan dari berbagai badan konservasi di Inggris juga.

    Baca juga: PPKM Dicabut, Sebagian Besar Warga Inggris Belum Berani Bebas

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...