N'Golo Kante Bikin Nasi Lemak Malaysia Populer di London

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chelsea, N'Golo Kante mengangkat trofi Liga Champions, di Stadion Dragao, Portugal, 29 Mei 2021. REUTERS/David Ramos

    Pemain Chelsea, N'Golo Kante mengangkat trofi Liga Champions, di Stadion Dragao, Portugal, 29 Mei 2021. REUTERS/David Ramos

    TEMPO.CO, - Makanan khas Malaysia, nasi lemak, belakangan ini menjadi populer di Inggris gara-gara pemain sepak bola dari klub Chelsea, N'Golo Kante. Pasalnya nasi lemak menjadi salah satu makanan favorit pemain berkebangsaan Prancis itu.

    Sebuah foto N'Golo Kante di depan restoran Tuk Din Flavours of Malaysia di Paddington viral di media sosial baru-baru ini. Imbasnya restoran tersebut mengalami lonjakan pesanan untuk menu nasi lemak.

    Foto tersebut diambil tiga hari sebelum Kante terbang ke Portugal untuk membela tim London Biru di final Liga Champions. Saat itu ia membeli nasi lemak dan ayam masak merah untuk dibawa pulang, seperti dilaporkan News Straits Times, Jumat, 4 Juni 2021.

    Bagi kepala koki restoran tersebut, Syed Fauzi, dan timnya di dapur, kedatangan Kante sebenarnya bukan hal yang aneh. Pasalnya gelandang bertahan itu kerap berkunjung ke restorannya sejak 2018.

    Selama masa lockdown setahun terakhir ini, Kante diketahui kerap mengemudi melewat Craven Hill Road untuk melihat apakah restoran itu buka.

    Kedatangan Kante membuat karyawan restoran itu antusias. Mereka tidak mau melewatkan kesempatan untuk berfoto bersama.

    Syed Fauzi mengatakan N'golo Kante berjanji untuk kembali ke restoran masakan Malaysianya itu dan menyantap lagi nasi lemak setelah membela tim nasional Prancis di ajang Euro.

    Baca juga: Jurnalis Inggris Dicibir Netizen Malaysia karena Nasi Lemak 

    Sumber: NEW STRAITS TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.