Seorang Pria di Singapura Tidur Telanjang di Tengah Jalan Raya

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria 51 tahun di Singapura telanjang bulat dan berbaring di tengah jalan raya pada Rabu, 31 Maret 2021 diduga karena pengaruh narkoba. Foto: Facebook

    Seorang pria 51 tahun di Singapura telanjang bulat dan berbaring di tengah jalan raya pada Rabu, 31 Maret 2021 diduga karena pengaruh narkoba. Foto: Facebook

    TEMPO.CO, - Seorang pria berusia 51 tahun membuat heboh pengguna jalan di Singapura. Pasalnya ia berbaring di tengah jalan raya dengan kondisi telanjang bulat.

    Sebuah video yang merekam peristiwa ini kemudian menjadi viral di antara pengguna Facebook Singapura. Diketahui kejadian ini berlangsung pada Rabu kemarin.

    Dalam video itu, pria ini terlihat tidur telanjang di pertigaan jalan Tiong Bahru dan jalan Zion. Ia tampak tak peduli dengan kendaraan yang melintas didekatnya.

    Kepolisian Singapura mengatakan telah menangkap pria yang diduga terpengaruh obat-obatan terlarang itu. "Kami menanggapi panggilan untuk bantuan," kata kepolisian dikutip dari Asia One, Sabtu, 3 April 2021.

    Seorang pengguna jalan terlihat memarkir mobilnya beberapa meter dari pria itu untuk melindunginya dari arus lalu lintas. Sementara si pengemudi berdiri di samping kendaraan tersebut.

    Pengguna media sosial di Singapura memuji pengemudi dan berterima kasih karena rela melindungi pria itu

    Saat ini pihak kepolisian Singapura masih melanjutkan pemeriksaan terhadap pria yang telanjang itu. Di bawah UU Lalu Lintas Jalan berdiri, duduk, jongkok, berkeliaran, berjalan atau berlari di tengah jalan raya dianggap pelanggaran karena mengganggu arus lalu lintas.

    Baca juga: Menlu Singapura Pesimistis Krisis di Myanmar Selesai Cepat

    Sumber: ASIAONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.