Arkeolog di Italia Temukan Kerangka Kereta Peninggalan Romawi Kuno

Arkeolog menemukan kereta seremonial yang ditemukan tak jauh dari Kota kuno Pompeii. Sumber: Reuters/Twitter/asiaone.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tim arkeolog menemukan sebuah kereta seremonial peninggalan kekaisaran Romawi kuno dari sebuah vila di luar Kota Pompeii. Pompeii adalah sebuah kota yang terkubur setelah sebuah gunung berapi meletus pada 79 masehi.

Kereta seremonial roda empat itu, bisa dikatakan masih dalam kondisi cukup baik. Kereta tersebut terbuat dari besi, perunggu dan timah, yang ditemukan dekat istal vila kuno di Civita Giuliana atau sekitar 700 meter dari utara tembok kuno Pompeii.

Kondisi dinding pada bangunan kedai kuno yang ditemukan di Pompeii, Italia. Dalam bahasa Latin, kedai makanan dan minuman panas yang ditemukan di situs Regio V, kota kuno Pompeii ini disebut dengan termopolium. Pompeii Archaeological Park/Ministry of Cultural Heritage and Activities and Tourism/Luigi Spina/Handout via REUTERS

Baca juga: Arkeolog Temukan Lagi Dua Jasad Penduduk Kota Kuno Pompeii 

Massimo Osanna, direktur situs arkeologi Pompeii, mengatakan kereta seremonial yang ditemukan itu adalah benda kuno yang pertama kali ditemukan di area tersebut. Kereta tersebut memiliki fungsi sebagai kendararaan dan sarana untuk bekerja, namun bukan untuk seremonial-seremonial.

“Ini adalah sebuah temuan luar biasa yang bisa meningkatkan pemahaman kami terhadap dunia masa lampau,” kata Osanna.

Sedangkan Kementerian Kebudayaan Italia menyebut temuan ini sebagai sebuah temuan yang unik, tanpa preseden apapun di Italia.

Kota Pompeii terletak 23 kilometer di tenggara Naples, yang dulunya dihuni oleh sekitar 13 ribu orang sebelum terkubur oleh abu letusan gunung berapi. Gunung yang meletus telah menyebabkan hujan kerikil dan debu batu apung atau setara dengan beberapa letusan bom atom.   

Sekitar dua-per-tiga dari 66 hektar kota kuno Pompeii, tertutup oleh letusan gunung berapi pada 79 masehi. Sisa-sisa kota Pompeii tidak ditemukan sampai pada abad ke-16 dan dilakukan penggalian yang terkoordinir pada 1750.  

       

“Pompei terus membuat kita takjub dengan penemuan-penemuannya dan mungkin sampai beberapa tahun ke depan, dimana 20 hektar masih dalam kondisi terkubur,” kata Menteri Kebudayaan Italia, Dario Franceschini, setelah kabar temuan kereta kuno tersebut.

Sumber: Reuters






Aliansi Sayap Kanan Menang Pemilu, Italia Dikuasai Konservatif

1 hari lalu

Aliansi Sayap Kanan Menang Pemilu, Italia Dikuasai Konservatif

Hasil pemilu di Italia ini, bagaimanapun, tetap akan membunyikan lonceng alarm Eropa dan pasar keuangan.


Menhub Targetkan Kereta Barang dari KEK Sei Mangke-Kuala Tanjung Beroperasi Bulan Depan

1 hari lalu

Menhub Targetkan Kereta Barang dari KEK Sei Mangke-Kuala Tanjung Beroperasi Bulan Depan

Budi Karya menargetka kereta api barang dari Pelabuhan MultigunaCe KEK Sei Mangkei bisa dioperasikan mulai pada bulan depan.


Italia Gelar Pemilu, Partai Sayap Kanan Anti-Imigran Diprediksi Menang

1 hari lalu

Italia Gelar Pemilu, Partai Sayap Kanan Anti-Imigran Diprediksi Menang

Partai Brothers of Italy, yang dipimpin oleh pendukung pemimpin fasis Italia Mussolini, Giorgia Meloni, memimpin jajak pendapat


Listrik Mahal, Petani Italia Simpan Apel di Gua

5 hari lalu

Listrik Mahal, Petani Italia Simpan Apel di Gua

Petani apel di Italia menggunakan lemari es alami dalam bentuk gua di lereng bukit untuk menyimpan hasil panen di tengah naiknya biaya listrik


Pembagian Tiket dan Daftar Timnas yang Lolos Piala Dunia U-20 2023

6 hari lalu

Pembagian Tiket dan Daftar Timnas yang Lolos Piala Dunia U-20 2023

Dari 24 timnas yang direncanakan bertanding dalam Piala Dunia U-20 2023, baru terdapat 8 timnas yang dipastikan lolos, yaitu Indonesia salah satunya.


Lebih dari 10 Ribu Tiket Kereta Api Terjual di Hari Pertama Pameran, KAI Tambah Kuota Promo

8 hari lalu

Lebih dari 10 Ribu Tiket Kereta Api Terjual di Hari Pertama Pameran, KAI Tambah Kuota Promo

Melalui promo itu, KAI menjual tiket perjalanan kereta jarak jauh kelas eksekutif Rp 150 ribu, bisnis Rp 70 ribu, ekonomi Rp 30 ribu.


Banjir Bandang Menerjang Italia, 10 Orang Tewas

9 hari lalu

Banjir Bandang Menerjang Italia, 10 Orang Tewas

Italia dilanda banjir bandang yang menyebabkan 10 orang tewas. Penyebab banjir diperkirakan karena perubahan iklim.


Banjir Bandang Hantam Italia, 9 Tewas

10 hari lalu

Banjir Bandang Hantam Italia, 9 Tewas

Sedikitnya sembilan orang tewas akibat hujan lebat semalaman yang menyebabkan banjir bandang di wilayah Marche, Italia tengah pada Jumat.


Inilah Sebab Ethiopia Tidak Pernah Dijajah

12 hari lalu

Inilah Sebab Ethiopia Tidak Pernah Dijajah

Sekitar 90 persen wilayah Afrika di bawah kendali Eropa pada 1914. Namun, Ethiopia berhasil menjadi negara Afrika yang tidak pernah dijajah. Mengapa?


Kemenhub Ungkap 3 Penyebab Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

12 hari lalu

Kemenhub Ungkap 3 Penyebab Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Kemenhub mencatat 85 persen kecelakaan terjadi di perlintasan yang tidak dijaga.