Gerilya Retno Marsudi Bantu Penyelesaian Konflik Myanmar

Menlu Retno Marsudi dalam jumpa pers virtual pada Rabu, 30 September 2020. Kemenlu

TEMPO.CO, - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia memilih untuk tidak berdiam diri terkait konflik politik di Myanmar. Indonesia memilih pendekatan shuttle diplomasi atau diplomasi ulang-alik guna berkontribusi mencari penyelesaian terbaik bagi situasi di Myanmar saat ini.

"Berbicara dengan semua pihak, menjalin komunikasi, berkonsultasi, selalu dilakukan Indonesia dengan tujuan utama dapat memberikan kontribusi untuk menangani masalah yang sedang berkembang," kata Retno dalam konferensi pers, Rabu, 24 Februari 2021.

Retno menjelaskan pekan lalu ia berkunjung ke Brunei Darussalam dan Singapura. Selain membahas hubungan bilateral dengan Indonesia, pertemuan itu digunakan pula untuk membicarakan masalah Myanmar.

"Sebelumnya, Indonesia sudah membahas panjang lebar isu Myanmar dengan Malaysia selama kunjungan PM Malaysia ke Indonesia," ucap dia.

Menurut Retno, beberapa hari ini ia intensif berkonsultasi dengan Ketua ASEAN, para menteri luar negeri dari Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, dan Kamboja, serta dengan utusan khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tidak hanya itu, Retno juga telah berdiskusi dengan Amerika Serikat dan akan melakukan kontak dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Sekjen PBB, dan Ketua Global Leadership Forum and Asia Society. "Sebelumnya saya juga melakukan komunikasi dengan Menlu Australia, Jepang, AS, RRT, Inggris, dan India," katanya.

Retno menuturkan shuttle diplomacy bukan hal mudah dilakukan terlebih di masa pandemi seperti sekarang. "Namun hal ini tetap dilakukan Indonesia mengingat adanya prinsip-prinsip yang perlu ditegakkan dan keinginan kuat untuk terus berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan," ujarnya.

Upaya membantu penyelesaian konflik di Myanmar menemui rintangan setelah beredar kabar Indonesia mengajukan usulan menggelar pemilu baru, lengkap dengan pengawas internasional. Hal itu senada dengan rencana junta militer pimpinan Jenderal Min Aung Hlaing yang menjanjikan pemilu baru untuk mencari kepemimpinan yang sah.

Kabar tersebut ditanggapi keras oleh warga Myanmar. Mereka langsung menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar. Massa menentang adanya pemilu baru. Menurut mereka, pemenang Pemilu Myanmar telah ditetapkan secara sah pada tahun lalu dan tidak perlu lagi ada pemilu baru.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah membantah kabar ini. Ia menuturkan Indonesia tidak membuat keputusan seperti itu dan sejauh ini belum ada perubahan sikap soal situasi Myanmar. Namun Retno Marsudi belum berkomentar soal peristiwa ini.

Baca juga: Temui Menlu Myanmar, Retno Marsudi Sampaikan Sikap Indonesia






Moto3 Thailand: Sempat Naik Podium di Buriram, Mario Aji Bisa Raih Poin?

33 menit lalu

Moto3 Thailand: Sempat Naik Podium di Buriram, Mario Aji Bisa Raih Poin?

Rider muda Indonesia Mario Aji bakal menjalani balapan Moto3 Thailand pada akhir pekan ini. Bisakah dirinya raih poin?


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

3 jam lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

3 jam lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

6 jam lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Jet Tempur Kawal Singapore Airlines Setelah Penumpang Ancam Bawa Bom

7 jam lalu

Jet Tempur Kawal Singapore Airlines Setelah Penumpang Ancam Bawa Bom

Seorang penumpang mengaku membawa bom dalam pesawat Singapore Airlines yang terbang dari San Fransisco ke Changi, Singapura.


Mulai 1 Oktober, Wisatawan ke Thailand Tak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksin dan Tes Covid-19

1 hari lalu

Mulai 1 Oktober, Wisatawan ke Thailand Tak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksin dan Tes Covid-19

Sejak pandemi, Thailand secara bertahap membuka kembali pariwisata internasional mulai Juli 2021 dengan program khusus.


Thailand akan Legalkan Aborsi Hingga Usia Kandungan 20 Minggu

1 hari lalu

Thailand akan Legalkan Aborsi Hingga Usia Kandungan 20 Minggu

Sebelumnya, aborsi di Thailand dapat didenda hingga 10.000 baht atau Rp3,9 juta, atau enam bulan penjara


9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

1 hari lalu

9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

Yang teranyar adalah bela negara ala Presiden Putin, rakyat diminta terlibat dalam perang menyerang Ukraina. Perintah ini banyak ditolak warga.


Singapura Ekspor BBM Meski Tak Punya Ladang Minyak, Ini Penjelasan Eks Menteri ESDM

1 hari lalu

Singapura Ekspor BBM Meski Tak Punya Ladang Minyak, Ini Penjelasan Eks Menteri ESDM

Arcandra Tahar membeberkan bagaimana Singapura yang tak memiliki ladang minyak bisa menjadi salah satu negara eksportir BBM di Asia.


KBRI Yunani Promosikan Kopi Indonesia di Athens Coffee Festival

1 hari lalu

KBRI Yunani Promosikan Kopi Indonesia di Athens Coffee Festival

KBRI Athena berpartisipasi di Athens Coffee Festival (ACF) untuk mempromosikan cita rasa khas produk kopi Indonesia dari sekitar 16 UMKM.