30 Taliban Tewas Akibat Bom Buatannya Sendiri

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tahanan Taliban yang baru dibebaskan, meninggalkan penjara Pul-e-Charkhi, di Kabul, Afganistan, 13 Agustus 2020. Pemerinah Afganistan mulai membebaskan 400 tahanan kelas kakap Taliban. National Security Council of Afghanistan/Handout via REUTERS

    Sejumlah tahanan Taliban yang baru dibebaskan, meninggalkan penjara Pul-e-Charkhi, di Kabul, Afganistan, 13 Agustus 2020. Pemerinah Afganistan mulai membebaskan 400 tahanan kelas kakap Taliban. National Security Council of Afghanistan/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, - Sebanyak 30 militan Taliban tewas akibat ledakan bom buatannya sendiri. Peristiwa ini terjadi saat mereka sedang berkumpul untuk belajar membuat bom pada Sabtu kemarin.

    Seperti diberitakan Kantor Berita Khaama, insiden ini terjadi di sebuah masjid di desa Qultaq di distrik Dowlatabad di provinsi Balkh. "30 pejuang Taliban termasuk enam warga negara asing yang ahli pembuat ranjau telah tewas dalam ledakan bom," kata keterangan resmi Korps Shaheen ke-209.

    Menurut pernyataan itu, jenazah enam warga negara asing yang berafiliasi dengan Taliban tidak dapat diidentifikasi karena ledakan itu.

    Para pejuang Taliban itu berkumpul di masjid untuk mendapatkan instruksi dan pelatihan tentang cara membuat bom dan alat peledak improvisasi (IED).

    Dalam Insiden lain, dua anak tewas dalam IED yang ditanam oleh Taliban di desa Qotar Blaq, distrik Imam Sahib di provinsi Kunduz, pejabat keamanan melaporkan.

    Ini terjadi ketika serangan dan kekerasan Taliban berkecamuk di seluruh negeri di tengah perundingan damai sedang terhenti.

    Taliban di sisi lain juga melihat pengurangan pasukan Amerika Serikat di sana sebagai konsekuensi dari perjanjian gencatan senjata.

    BACA JUGA: Tidak Sesuai Harapan Taliban, Tentara Amerika Bertahan di Afghanistan

    Sumber

    KHAAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.