Puluhan Pekerja Terjebak di Area Pertambangan Emas di Cina

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan berjaga-jaga tempat pekerja terjebak di bawah tanah setelah ledakan pada 10 Januari di pintu masuk ke tambang emas Hushandi Qixia, provinsi Shandong, Cina 21 Januari 2021. REUTERS/Aly Song

    Petugas keamanan berjaga-jaga tempat pekerja terjebak di bawah tanah setelah ledakan pada 10 Januari di pintu masuk ke tambang emas Hushandi Qixia, provinsi Shandong, Cina 21 Januari 2021. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Total 22 pekerja terjebak di sebuah pertambangan emas di Cina sejak 10 Januari 2021. Mereka diprediksi masih harus menunggu 15 hari lagi untuk bisa diselamatkan.

    Otoritas pada Jumat, 22 Januari 2021, mengatakan upaya penyelamatan tidak mudah dilakukan karena jalan untuk penyelamatan terhambat. Para pekerja itu terjebak di area pertambangan setelah terjadi sebuah ledakan di kawasan pertambangan emas di Hushan, Qixia, Provinsi Shandong, Cina.

    Baca juga: Anggota DPR Catat Ada 8,7 Juta Ha Pertambangan Ilegal di Hutan Indonesia 

    Pekerja berada dekat tambang emas Hushan, dimana pekerjanya terperangkap di bawah tanah setelah ledakan pada 10 Januari, di Qixia, provinsi Shandong, Cina 21 Januari 2021. REUTERS / Aly Song

    Satu orang sudah dikonfirmasi meninggal, sedangkan 11 pekerja masih hidup. Sisa 10 orang lainnya, masih dinyatakan hilang.

    Pada Jumat, 22 Januari 2021, tim penyelamat mengebor lubang baru agar bisa menjangkau bagian tengah pertambangan, di mana ke-10 penambang bertahan. Lokasi penambangan yang bertahan itu lebih dari 600 meter dari pintu masuk pertambangan. Ada pula pekerja lain, yang ditemukan di tempat berbeda.

    Selain untuk penyelamatan, lubang dibuat juga untuk menyalurkan bantuan makanan dan kebutuhan medis. Diantara lubang atau poros yang dibuat, ada poros dengan diameter 711 mm, yang diharapkan bisa digunakan oleh tim penyelamat membawa ke luar para pekerja tambang dengan aman.         

    Sayangnya, Gong Haitao, Wakil Kepala propaganda Yantai, mengatakan diperkirakan masih dibutuhkan 15 hari lagi untuk benar-benar membersihkan rintangan yang menghalangi jalan keluar. Ada sebuah penyumbatan parah sekitar 350 meter dari permukaan tanah yang sangat dikhawatirkan. Penyumbatan itu tebalnya sekitar 100 meter dan beratnya sekitar 70 ton.

        

    Di area penyelamatan terlihat asap tebal yang mengurangi jarak pandang sampai beberapa ratus meter, bau bahan kimia, jalan berlumpur menuju ke area pertambangan dan 25 unit mobil ambulan berjajar di area parkir.

    Sekitar 600 orang dilibatkan dalam penyelamatan ini. Ada pula ahli bedah saraf, spesialis trauma dan psikolog. Ada beberapa truk pemadam kebakaran keluar – masuk melalui sebuah pos pemeriksaan.

    Pertambangan – pertambangan di Cina adalah salah satu yang mematikan di dunia. Data Badan Keamanan Pertambangan Nasional Cina mencatat pada 2020, ada 573 kematian terkait pertambangan.          

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-china-accident-mine/trapped-china-gold-miners-have-to-wait-15-days-for-rescue-idUSKBN29Q0DE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?